Putin Anggap Rencana Damai AS Bisa Akhiri Perang, Tapi Ancaman Merepotkan Zelensky Tetap Menggantung

- Sabtu, 22 November 2025 | 11:15 WIB
Putin Anggap Rencana Damai AS Bisa Akhiri Perang, Tapi Ancaman Merepotkan Zelensky Tetap Menggantung
Update Perang Ukraina

Vladimir Putin ternyata menyambut positif rencana perdamaian dari Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik dengan Ukraina. Rencana yang didukung oleh Donald Trump ini, menurutnya, bisa jadi landasan untuk menyelesaikan perang yang sudah berlarut-larut ini.

Tapi, ada ancaman yang jelas. Putin menegaskan, kalau Ukraina menolak, pasukannya akan terus maju. Bahkan, dia tak segan-segan mengancam akan merebut lebih banyak wilayah lagi jika Presiden Zelensky ogah bernegosiasi. Laporan ini datang dari AFP, Sabtu (22/11/2025).

Rencana AS yang terdiri dari 28 poin itu rupanya sejalan dengan tuntutan utama Rusia, khususnya soal penolakan keanggotaan Ukraina di NATO. Intinya, sebagian besar isinya terlihat memenuhi banyak permintaan Moskow pasca-invasi mereka di tahun 2022.

“Saya yakin ini bisa dipakai sebagai dasar buat penyelesaian akhir yang damai,” ujar Putin dalam rapat Dewan Keamanan Rusia, Jumat (21/11).

Meski belum dibahas detail dengan Washington, Putin mengaku Moskow sudah menerima salinan dokumennya.

Di sisi lain, Putin merasa Ukraina dan sekutu Eropanya seperti belum sadar betul dengan realitas di lapangan. Mereka seolah masih berangan-angan bisa mengalahkan Rusia secara strategis. Padahal, faktanya, pasukan Rusia terus bergerak maju, dan akan terus begitu kecuali ada kesepakatan damai.

Saat ini, Rusia menguasai lebih dari 19 persen wilayah Ukraina sekitar 115.500 kilometer persegi. Angka itu cuma naik satu persen dibanding dua tahun lalu. Target Moskow jelas: menguasai penuh kawasan Donbas, termasuk Donetsk dan Luhansk, plus seluruh Kherson dan Zaporizhzhia.

“Mereka masih hidup dalam ilusi,” tandas Putin tentang Ukraina dan para sekutunya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar