Brimob Run 2025: Lebih Dari Sekadar Lomba Lari
Sabtu pagi itu, halaman Polda Riau sudah ramai. Tepat pukul 06.00 WIB, tanggal 22 November 2025, sebuah event lari yang berbeda akan segera dimulai. Brimob Run 8K, begitu acara ini disebut, digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Brimob. Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, sendiri yang memberi tanda start dengan mengambil flag off.
Yang bikin acara ini nggak biasa? Ini bukan cuma soal lari 8 kilometer. Event yang digagas Satuan Brimob Polda Riau ini bener-bener ngangkat isu lingkungan lewat tema 'Brimob Presisi untuk Lestari'. Sejalan dengan program Green Policing yang lagi digencarkan Kapolda.
Di lokasi, suasana sudah semarak. Hadir juga Wakapolda Riau Brigjen Adrianto Jossy Kusumo beserta jajaran pejabat utama lainnya. Tak ketinggalan, Kepala BNNP Riau Brigjen Christ Pusung, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Jarot Suprihanto, dan Kabinda Riau turut meramaikan.
Konsep larinya sendiri unik banget. Para peserta lari berkelompok, setiap grup terdiri dari delapan orang. Mereka diwajibkan tampil dengan kostum yang nggak biasa-biasa aja. Ada yang bernuansa lingkungan, budaya, sosial, sampai identitas Brimob dan Polri. Pokoknya, kreativitas betul-betul diuji di sini.
Pesan pelestarian lingkungan jadi ruh utama acara ini. Para peserta didorong untuk menampilkan kostum yang menyuarakan isu-isu penting, mulai dari sampah, perubahan iklim, sampai konservasi tumbuhan dan satwa. Panitia juga mengajak berbagai instansi vertikal untuk kirim perwakilan, memperluas kolaborasi kampanye gaya hidup hijau. Bahkan para pelajar dan driver ojek online di Kota Pekanbaru pun diajak meramaikan.
Menurut sejumlah saksi, pendekatan bertema kayak gini ternyata efektif banget. Selain nambah seru, partisipasi masyarakat juga meningkat. Hasilnya? Konten visual yang menarik dan edukatif buat media sosial.
Artikel Terkait
Eddy Soeparno Desak 2026 Jadi Tahun Mitigasi Krisis Iklim
Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Pria di Depok Ditusuk Saat Tidur
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Tantangan Diplomasi Menanti
Muhammadiyah Bantah Terkait Laporan Polisi terhadap Pandji Pragiwaksono