Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) baru saja menggelar rapat virtual yang membahas ancaman cuaca ekstrem di Tanah Air. Rapat ini diikuti oleh berbagai pihak kunci di daerah, mulai dari Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Satpol PP, hingga pimpinan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dari seluruh Indonesia.
Dipimpin langsung oleh Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA, pertemuan hari ini bukan tanpa sebab. Rapat ini merupakan bentuk tindak lanjut serius dari surat edaran yang sebelumnya dikeluarkan Mendagri Tito Karnavian, yang meminta semua pihak siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Dalam paparannya, Safrizal menyoroti sebuah fakta yang cukup mengkhawatirkan. Menurutnya, sebagian besar wilayah kita saat ini punya risiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor. Faktor pemicunya kompleks, mulai dari cuaca ekstrem, curah hujan yang makin tinggi, hingga kondisi alam yang secara alami rentan. Semua ini, katanya, harus dihadapi dengan persiapan yang matang dan terkoordinasi.
"Pemerintah daerah harus meningkatkan kewaspadaan dan memastikan seluruh unsur di daerah berada dalam kondisi siap. Ini penting agar kita tidak gagap ketika bencana terjadi," tegas Safrizal dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (21/11/2025).
Artikel Terkait
Tong... Tong... di Tengah Malam: Alarm Komunitas untuk Pedagang yang Bangun Sebelum Fajar
K3 Nasional 2026: Ekosistem Profesional hingga Inovasi Digital Jadi Fokus
KPK Jerat Yaqut Cholil Qoumas, Kuota Haji 2024 Diduga Dikorupsi
Angkot Ugal-ugalan di Bogor Diamankan, Sopirnya Masih Buron