Sebuah serangan beruang grizzly yang mengerikan terjadi di British Columbia, Kanada. Sekelompok anak sekolah dan guru mereka yang sedang berada di jalur pejalan kaki menjadi sasaran amuk hewan itu. Akibatnya, 11 orang terluka. Yang paling mengkhawatirkan, dua korban dilaporkan dalam kondisi kritis.
Menurut laporan Associated Press, insiden ini berlangsung pada Kamis sore waktu setempat. Namun begitu, suasana mencekam masih berlanjut. Beruang tersebut dikabarkan masih berkeliaran di sekitar lokasi hingga larut malam, memperumit upaya penanganan.
Brian Twaites, juru bicara Layanan Kesehatan Darurat, memberikan konfirmasi mengenai korban.
"Dua orang mengalami luka kritis dan dua lainnya mengalami luka serius," ujarnya.
Veronica Schooner, orang tua dari salah satu murid, menggambarkan kepanikan saat itu. Banyak orang berusaha menghentikan serangan saat beruang itu mengamuk. Seorang guru laki-laki terluka cukup parah hingga harus dievakuasi dengan helikopter dari TKP.
Anak Schooner yang berusia 10 tahun, Alvarez, merasakan betapa dekatnya ancaman itu. Ia bercerita kepada orang tuanya bahwa ia bahkan bisa merasakan bulu sang beruang. Sungguh pengalaman yang sangat menakutkan.
"Ia bilang beruang itu berlari begitu dekat dengannya, padahal sebenarnya ia sedang mengejar orang lain," kenang Schooner.
Ia menambahkan detail yang cukup membuat hati miris. Beberapa anak terkena semprotan beruang saat para guru berusaha melawan. Sementara itu, Alvarez sendiri tertatih-tatih, sepatunya penuh lumpur karena berlari menyelamatkan diri.
"Dia terus menangis memanggil teman-temannya, dan astaga, dia langsung berdoa untuk teman-temannya," tambahnya, menggambarkan kepedulian sang anak di tengah trauma yang dialami.
Di sisi lain, Sekolah Acwsalcta, sebuah sekolah independen yang dikelola oleh Nuxalk First Nation di Bella Coola, mengambil langkah cepat. Melalui sebuah unggahan di Facebook, mereka mengumumkan bahwa sekolah akan ditutup untuk sementara. Mereka juga akan menyediakan layanan konseling bagi yang membutuhkan.
"Sulit untuk menentukan apa yang harus dikatakan selama masa sulit ini. Kami sangat berterima kasih kepada tim dan siswa kami," tulis pernyataan sekolah itu, mencerminkan suasana berat yang mereka hadapi.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Skenario Pembunuhan Berencana di Banyuasin, Dua Kekasih Jadi Tersangka karena Tolak Perjodohan
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum dan Akses Wisata bagi Warga Ber-KTP Jakarta saat HUT ke-499
Polisi Amankan 13 Orang Terkait Pengeroyokan dan Pembacokan Pelajar di Cibodas
Pramono Anung: Pelaku Perundungan Anak di Jakarta Akan Dicabut KJP dan KJMU