Sebuah jet tempur Tejas milik India jatuh di Dubai, Uni Emirat Arab. Kejadiannya pas lagi atraksi udara di Dubai Airshow. Hari terakhir acara, malah berakhir dengan tragedi.
Menurut sejumlah saksi, pesawat sempat berputar rendah sebelum akhirnya jatuh dan terbakar di dekat area pertunjukan. Suara ledakannya bikin penonton kaget. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan pesawat jatuh dengan kecepatan tinggi, lalu meledak jadi bola api. Ngeri banget.
Kantor media pemerintah Dubai lewat platform X mengonfirmasi insiden ini.
"Sebuah pesawat tempur Tejas dari India yang berpartisipasi dalam pertunjukan terbang hari ini di Dubai Airshow telah jatuh, mengakibatkan kematian tragis pilotnya," begitu bunyi pernyataan mereka, Jumat (21/11/2025).
Asap tebal langsung mengepul dari lokasi jatuhnya pesawat. Mobil darurat langsung meluncur kencang ke sana. Padahal, acara ini kan seharusnya jadi puncak dari pertunjukan udara terbesar di Timur Tengah. Ratusan penonton masih duduk di tribun, sementara apron dipenuhi pesawat dan helikopter yang dipajang.
Ribuan orang hadir sepanjang pekan ini. Mulai dari pemimpin industri penerbangan sampai pejabat militer. Tapi siapa sangka, di hari penutupan, malah terjadi musibah.
Angkatan Udara India langsung buka suara. Mereka menyatakan akan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
"IAF sangat menyesalkan hilangnya nyawa dan berdiri teguh bersama keluarga yang ditinggalkan di masa duka ini," bunyi pernyataan resmi mereka.
Yang bikin ini makin disayangkan, kecelakaan ini disebut-sebut sebagai yang pertama dalam sejarah Dubai Airshow. Padahal acara ini udah berlangsung sejak 1986. Lama banget, baru kali ini terjadi insiden sedramatis ini.
Artikel Terkait
Khofifah Tinjau Pasar Klojen, Dorong Koordinasi Daerah Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Waisak 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
BB TNBTS Evaluasi Sistem Keamanan Transportasi Wisata Bromo Usai Kecelakaan Jip Tewaskan Dua Orang
Nigeria Kini Negara Paling Dermawan di Dunia, Indonesia Tergusur dari 10 Besar Usai Metode Penilaian Diubah