Sementara itu, di lokasi lain, petugas menemukan sekelompok remaja lain yang bersiap untuk balap liar. Mereka langsung dibubarkan. Namun begitu, pendekatannya tidak serta-merta represif. Para remaja itu justru diberikan edukasi dan pemahaman tentang bahaya dan konsekuensi dari aksi balap liar tersebut.
Kombes Henik Maryanto memberikan penjelasan mengenai operasi ini. "Sepanjang malam, tim terus melakukan penjagaan dengan pola patroli rayonisasi," ujarnya pada Jumat (21/11/2025).
Menurutnya, pola ini bertujuan untuk mengurai berbagai potensi gangguan, mulai dari geng motor, kriminalitas jalanan, hingga tindak pidana pencurian.
Henik menekankan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi prioritas. Edukasi dan imbauan langsung kepada masyarakat diutamakan. Kehadiran Brimob di jalanan, katanya, bukan sekadar soal menegakkan hukum secara kaku. Lebih dari itu, mereka ingin menghadirkan rasa aman yang nyata bagi warga ibu kota.
"Setiap malam, setiap sudut kota harus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat. Brimob akan selalu hadir untuk memastikan itu," tegas Henik, menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Hanif Dhakiri Desak Pengawasan Proaktif untuk Jaga Data Nasabah
Gempa Lembut Menggoyang Pangandaran Dini Hari Tadi
Sheinbaum Siap Hadapi Trump, Tolak Ancaman Serangan Darat ke Meksiko
Operasi SAR KM Putri Sakinah Resmi Ditutup, Satu Korban Masih Hilang