Di sisi lain, persoalan serupa juga terjadi di jalur utara, tepatnya di ruas Teluknaga-Dadap. Kerusakan di sana tak kalah parah. Untuk menanganinya, pemerintah provinsi mengalokasikan dana sekitar Rp 6 miliar.
"Memang jalur-jalur provinsi itu langsung dilewati kendaraan berat," keluh Arlan. Tekanan berulang dari roda-roda besar itu membuat struktur jalan, bahkan yang dari beton sekalipun, tak mampu bertahan lama.
Ke depan, Dinas PUPR berkomitmen untuk terus memperbaiki ruas-ruas yang rusak. Rencananya, tahun depan akan ada lagi anggaran serupa. Tapi besaran pastinya masih belum bisa dipastikan. "Kita lihat kemampuan keuangan juga ya. Karena memang dampaknya sangat lumayan, kendaraan berat ini," pungkas Arlan. Tampaknya, perbaikan ini akan jadi pekerjaan rumah yang berulang.
Artikel Terkait
Serangan Energi Guncang Pasar Minyak, Indonesia Incar Pasokan Alternatif dari Rusia
Yusril Tegaskan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Tetap di Pengadilan Militer
Pertemuan AS Dijadwalkan, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata
Dua Tewas Setelah Mobil Jatuh ke Jurang 60 Meter di Minahasa Selatan