"Karena dikatakannya untuk ekstrakurikuler, ya sudah, keluarga menyimpannya tanpa prasangka apa-apa," jelas Budi lagi.
Di sisi lain, gambaran tentang sang anak dari keluarganya adalah sosok yang pendiam. Sifatnya yang tertutup itu rupanya menjadi salah satu faktor yang membuat orang di sekitarnya tidak menduga akan ada rencana peledakan.
"Karakter dia memang dari sananya seperti itu. Lebih banyak diam," imbuh Budi, mengulang keterangan keluarga.
Ledakan yang mengguncang itu sendiri terjadi pada Jumat, 7 November, di tengah waktu khutbah salat Jumat. Akibatnya, cukup banyak korban yang berjatuhan. Data terakhir menyebutkan 96 orang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Artikel Terkait
Dua Pencuri Motor Tembaki Warga, Ditangkap Usai Buron ke Yogyakarta dan Cimahi
Drone Misterius di Perbatasan Korea: Klaim, Bantahan, dan Ancaman Diplomatik
KPK Beberkan Modus Korupsi Kuota Haji Tambahan, Mantan Menag Yaqut Ditahan
Suap Pajak Rp75 Miliar, DJP Minta Maaf ke Publik