Yang menarik, eksekusinya disebut sangat cepat. Bahkan malam ini juga tim sudah bergerak. “Langsung dikerjakan, tidak ditunda,” tegas Nanik. Ia menjelaskan, peternakan ini akan dijalankan secara terintegrasi mulai dari produksi pakan ternak, pemeliharaan sapi, hingga proses pemerahan susu, semuanya di satu lokasi.
Di sisi lain, soal lahan, rencananya tak semua terkonsentrasi di satu pulau. Dari total 500.000 hektare yang akan dibuka, sekitar 200.000 hektare berada di Pulau Jawa. Sisanya, 300.000 hektare, akan disebar di luar Jawa. Sebuah langkah yang terlihat ingin meratakan pembangunan dan mengurangi kesenjangan antara Jawa dan daerah lain.
Jadi, dalam waktu dekat, kita mungkin akan melihat gebrakan baru di sektor peternakan. Semoga tak sekadar wacana, tapi benar-benar terwujud sampai ke gelas susu anak-anak Indonesia.
Artikel Terkait
Ayah dan Anak di Agats Tewas Usai Saling Serang dengan Parang
BPBD DKI Tegaskan Semua ASN WFO, Tak Ada Pengecualian WFH
Oracle PHK Ribuan Karyawan demi Investasi AI, Tapi Gaji CFO Baru Capai Miliaran Rupiah
BEI Ungkap 9 Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi