Di Balik Kunjungan Gibran, Polri Jaga Ketertiban dan Bantuan untuk Korban Banjir Bekasi

- Selasa, 20 Januari 2026 | 20:55 WIB
Di Balik Kunjungan Gibran, Polri Jaga Ketertiban dan Bantuan untuk Korban Banjir Bekasi

Siang tadi, suasana di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathon di Desa Srimukti, Tambun Utara, sedikit berbeda. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambangi tempat itu, yang kini menjadi tempat berteduh bagi ratusan warga yang terdampak banjir. Kunjungannya tentu menyita perhatian, namun di balik itu, upaya untuk menjaga ketertiban dan memastikan bantuan sampai ke warga terus berjalan.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan pengamanan. Tujuannya jelas: agar layanan untuk para pengungsi bisa berjalan lancar dan tertib. "Kehadiran kami di pos pengungsian merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat," ujar Sumarni, Senin (20/1/2026).

"Kami berupaya memastikan warga merasa aman, mendapatkan pendampingan, dan kebutuhan dasar tetap terpenuhi."

Menurutnya, koordinasi dengan pemda dan unsur terkait lainnya juga terus dilakukan. Hal ini untuk memastikan tindak lanjut penanganan benar-benar menyentuh. Mulai dari mendirikan dapur umum, menyediakan pos kesehatan, hingga menyalurkan bantuan logistik yang dibutuhkan. Sembako, makanan siap saji, air bersih, sampai tikar dan selimut didistribusikan untuk meringankan beban mereka.

"Pelayanan ini akan terus kami lakukan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan," imbuh Sumarni. Ia menekankan komitmen itu. "Polri hadir untuk mendampingi, melindungi, dan membantu warga melewati masa sulit akibat bencana."

Di lokasi yang dikunjungi Gibran tersebut, tercatat ada sekitar 200 kepala keluarga yang mengungsi. Jumlah yang tidak sedikit. Kehadiran personel Polri di sana, selain untuk pengamanan, juga punya peran praktis. Mereka turun tangan membantu mengatur area, memastikan pendistribusian bantuan tidak macet, dan mengamankan jalur di sekitar posko. Semua dilakukan agar para pengungsi, yang sudah cukup menderita, bisa merasa sedikit lebih tenang.

Jadi, di balik hiruk-pikuk kunjungan wakil presiden, ada kerja nyata yang terus berdenyut. Upaya untuk memastikan tidak ada yang kelaparan, tidak ada yang terlantar, dan pelayanan dasar tetap bisa diakses oleh mereka yang paling membutuhkan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar