Berdasarkan pemeriksaan mendalam oleh petugas KBRI, terungkap bahwa Rizky mengetahui akan bekerja di Kamboja sejak awal. Ia mendapatkan informasi lowongan pekerjaan melalui media sosial dan menjalani proses perekrutan tanpa tekanan.
Selama berada di kantor sindikat penipuan daring di Sihanoukville, Rizky mengaku tidak mengalami kekerasan fisik. Fakta-fakta inilah yang kemudian menjadi dasar kesimpulan KBRI bahwa tidak ada indikasi perdagangan orang dalam kasus ini.
Proses Kepulangan Segera Dilakukan
KBRI Phnom Penh saat ini sedang mengurus dokumen perjalanan dan berkoordinasi dengan instansi terkait di Kamboja untuk memulangkan Rizky. Dukungan juga datang dari berbagai pihak di Tanah Air untuk memastikan kepulangannya berjalan lancar.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi dan komunikasi terbuka antara keluarga, terutama bagi para pencari kerja muda yang tertarik dengan tawaran pekerjaan dari luar negeri.
Artikel Terkait
Pengadilan Militer Dengar Eksepsi Tiga Prajurit TNI AD Terdakwa Penculikan dan Pembunuhan
Pelatih Malut United Soroti Ketidakpatuhan Pemain Usai Takluk di Kandang Sendiri
Iran Tegaskan Tak Tunduk pada Ancaman AS, Harga Minyak Melonjak
Persija Gelar Workshop Fotografi ke-5 di Sela Laga Kandang