Prabowo Resmikan RS Kardiologi Hasil Kerja Sama UEA di Solo, Hibah Rp 417 Miliar

- Rabu, 19 November 2025 | 11:25 WIB
Prabowo Resmikan RS Kardiologi Hasil Kerja Sama UEA di Solo, Hibah Rp 417 Miliar
Peresmian Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia di Solo

Presiden Prabowo Resmikan RS Kardiologi Emirates-Indonesia di Solo

SOLO, JAWA TENGAH – Rabu, 18 November 2025

Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengukuhkan operasional Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia (KEI) di Kota Solo, Jawa Tengah. Fasilitas kesehatan mutakhir ini merupakan hasil kerja sama bilateral antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA), dengan nilai hibah mencapai Rp 417,3 miliar (sekitar USD 25 juta).

"Dengan ini kita resmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia," deklarasi Presiden Prabowo dalam sambutannya pada acara peresmian.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa rumah sakit ini menjadi simbol persahabatan yang kuat antara UEA dan Indonesia. Ia mengungkapkan apresiasi atas inisiatif pembangunan rumah sakit yang digagas oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

"Pembangunan rumah sakit ini juga adalah salah satu inisiatif mantan Presiden Jokowi, dimulai pada saat beliau menjabat. Saya sangat beruntung saya yang meresmikan, takdir tidak bisa ditolak," ucap Prabowo dengan penuh semangat.

Acara bersejarah ini turut dihadiri oleh Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Wakil Ketua Kantor Kepresidenan Persatuan Emirat Arab bidang Pembangunan dan Syuhada. Kehadiran putra dari Presiden UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan ini semakin mengukuhkan komitmen bilateral kedua negara.

Dihadiri Para Pejabat Tinggi

Turut mendampingi Presiden dalam peresmian ini sejumlah menteri kabinet dan pejabat tinggi negara, antara lain:

  • Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno
  • Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin
  • Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi
  • Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya
  • Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan, Angga Raka Prabowo

Keberadaan RS KEI di Solo ini diharapkan dapat menjadi pusat layanan kardiologi terkemuka di Indonesia bagian tengah, sekaligus memperkuat sistem kesehatan nasional dalam penanganan penyakit jantung yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar