Transformasi Digital Kemnaker: Membangun Ekosistem Ketenagakerjaan yang Adaptif dan Inklusif
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan fondasi utama dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan inklusif. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Uji Publik Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat di Jakarta.
Tantangan Dinamis Ketenagakerjaan Indonesia
Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, Indonesia memiliki angkatan kerja sebanyak 153 juta orang dengan tambahan sekitar 3,5 juta pencari kerja baru setiap tahunnya. Yassierli menyoroti bahwa isu ketenagakerjaan saat ini bersifat sangat dinamis dan sensitif, memerlukan respons yang cepat, akurat, dan berbasis data yang valid.
Inovasi Digital Kemnaker dalam Menjawab Tantangan
Sebagai solusi atas tantangan tersebut, Kemnaker telah mengembangkan Market Information System yang berfungsi sebagai penghubung antara pencari kerja dan peluang kerja. Sistem ini menjadi pengganti job fair konvensional yang dinilai sudah tidak relevan lagi. Integrasi data juga diperkuat melalui kerjasama dengan Badan Pusat Statistik, termasuk rencana peningkatan frekuensi Survei Angkatan Kerja Nasional untuk menghasilkan data yang lebih akurat.
Transformasi BLK Menuju Talent and Innovation Hub
Tidak hanya fokus pada digitalisasi, Kemnaker juga melakukan transformasi menyeluruh terhadap Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi Talent and Innovation Hub. BLK kini berfungsi sebagai pusat layanan pelatihan dan informasi yang dapat diakses baik secara langsung maupun daring, menjadi ruang bagi pencari kerja untuk pengembangan keterampilan baru.
Artikel Terkait
Hino Perkenalkan Truk Pemadam Kebakaran Berbasis Sasis 300 Series di GIICOMVEC 2026
Baznas Gelar Turnamen Padel untuk Kumpulkan Dana Bencana Sumatera
Dua Perempuan Diamankan Polisi Diduga Lakukan Sumpah dengan Menginjak Al-Quran
Barcelona Hadapi Espanyol dalam Derby Catalunya, Usai Tekuk di Liga Champions