Haryanto mendorong agar Kementerian Perhubungan melakukan efisiensi anggaran ATK yang bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas. Ia meminta Menteri Perhubungan untuk meninjau ulang detail anggaran tersebut.
Anggaran Penambah Daya Tahan Tubuh di Terminal Dipertanyakan
Selain anggaran ATK, Haryanto juga mengkritisi alokasi dana untuk belanja penambah daya tahan tubuh di berbagai terminal. Politikus PDIP ini menyebutkan nilai anggaran yang cukup besar untuk pos tersebut di setiap terminal.
"Setiap terminal menganggarkan belanja penambah daya tahan tubuh dengan nilai bervariasi, mulai dari Rp 97 juta hingga Rp 186 juta per terminal. Yang menjadi pertanyaan, mengapa di setiap terminal perlu ada anggaran ini, sementara sudah ada anggaran terpisah untuk belanja obat-obatan," jelas Haryanto.
Komisi V DPR RI mendorong Kementerian Perhubungan untuk melakukan optimalisasi anggaran dan menghilangkan pos-pos pengeluaran yang dinilai kurang efisien atau tumpang tindih dengan program lainnya.
Artikel Terkait
Khofifah Terima Satyalancana, Jatim Kembali Jadi Raja Beras Nasional
Muhammadiyah Tegaskan Laporan ke Pandji Bukan Sikap Resmi Organisasi
PDIP Gelar Rakernas dan HUT ke-53, Tegaskan Posisi sebagai Partai Penyeimbang
Bamsoet Soroti Kunci Sukses Swasembada Beras di Era Prabowo