Indonesia Dukung Resolusi PBB: Pasukan Internasional Dikirim untuk Gaza, Apa Dampaknya?

- Selasa, 18 November 2025 | 12:45 WIB
Indonesia Dukung Resolusi PBB: Pasukan Internasional Dikirim untuk Gaza, Apa Dampaknya?

Indonesia Dukung Resolusi PBB untuk Pasukan Internasional dan Perdamaian di Gaza

Indonesia secara resmi menyambut positif disahkannya resolusi terbaru Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyerukan pengerahan pasukan internasional di Gaza. Resolusi ini dinilai sebagai langkah krusial untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan di wilayah Palestina.

Pernyataan Resmi Kementerian Luar Negeri RI

Melalui pernyataan tertulis pada Selasa, 18 November 2025, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengungkapkan dukungannya. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa resolusi ini memiliki tujuan strategis untuk menjaga gencatan senjata dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan dengan lancar kepada warga Gaza.

Langkah Konkrit Menuju Perdamaian Berkelanjutan

Lebih dari sekadar gencatan senjata, resolusi DK PBB ini juga mengedepankan penyelesaian konflik jangka panjang. Beberapa poin pentingnya mencakup penguatan kapasitas Otoritas Palestina, program bantuan rekonstruksi, serta operasi penjagaan perdamaian oleh pasukan stabilisasi internasional yang memiliki mandat langsung dari PBB.

Komitmen Konsisten Indonesia untuk Palestina

Pemerintah Indonesia terus menekankan pentingnya peran serta semua pihak, dengan Otoritas Palestina sebagai aktor kunci. Indonesia konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh haknya sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat, dan diakui secara penuh.

Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak terkait dan komunitas internasional untuk bersama-sama mendukung proses perdamaian ini. Tujuannya adalah mengakhiri konflik berkepanjangan, memenuhi hak kemerdekaan Palestina, dan mewujudkan perdamaian yang abadi di kawasan Timur Tengah.

Proses Pengesahan Resolusi DK PBB

Resolusi bersejarah ini disetujui setelah melalui proses pemungutan suara. Sebanyak 13 negara anggota Dewan Keamanan PBB memberikan suara dukungan, sementara dua negara, yaitu Rusia dan China, memilih untuk abstain. Resolusi ini juga bertujuan untuk menghidupkan kembali solusi dua negara sebagai landasan perdamaian.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar