Jakarta menjadi lokasi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Peduli Mahkamah Konstitusi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Aksi demonstrasi ini menuntut pemeriksaan dan pemecatan Hakim MK Arsul Sani terkait isu dugaan penggunaan ijazah doktoral palsu.
Pantauan di lokasi pada Selasa (18/11/2025) menunjukkan massa aksi tiba sekitar pukul 10.10 WIB. Mereka berkumpul di belakang Gedung MK, tepatnya di Jalan Abdul Muis, menggunakan satu mobil komando. Spanduk berwarna merah dengan tulisan tuntutan pemecatan Arsul Sani terlihat jelas di antara kerumunan.
Aktivitas lalu lintas di Jalan Abdul Muis sempat mengalami kemacetan akibat kedatangan para demonstran. Meskipun demikian, tidak dilakukan penutupan jalan di kawasan tersebut. Petugas kepolisian tampak berjaga-jaga mengamankan lokasi demonstrasi.
Seorang orator di atas mobil komando menyampaikan pidato mengenai latar belakang pendidikan Arsul Sani. Disebutkan bahwa hakim konstitusi tersebut pernah menempuh pendidikan di Skotlandia yang tidak diselesaikan, kemudian melanjutkan studi doktoral selama tiga tahun di Polandia.
Laporan resmi telah diajukan kepada Bareskrim Polri pada Jumat (14/11) oleh Aliansi Masyarakat Pemerhati Konstitusi. Koordinator aliansi, Betran Sulani, menyatakan laporan tersebut terkait dengan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh hakim berinisial AS.
Artikel Terkait
Kapolda Riau Serukan Kewajiban Moral Kolektif dalam Festival Seni Konservasi Gajah
12 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK di Jakarta, Termasuk Adik Bupati
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Tersangka, Sita Uang Rp335 Juta dan Sepatu Louis Vuitton Rp129 Juta
KPK Ungkap Kepala OPD di Tulungagung Terpaksa Berutang Penuhi Jatah Bupati