Pasukan militer, unit khusus kepolisian, dan masyarakat setempat kini melakukan operasi pencarian di wilayah tersebut. Tim gabungan menyisir jalur perlintasan dan kawasan hutan terdekat untuk menemukan para siswi yang diculik serta menangkap kelompok kriminal tersebut.
Kejadian ini merupakan kasus penculikan massal kedua yang menimpa wilayah Kebbi dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Sebelumnya pada Juni 2021, lebih dari 100 siswa dan staf pengajar dari sebuah perguruan tinggi negeri juga menjadi korban penculikan oleh kelompok bandit.
Para korban penculikan tahun 2021 kemudian dibebaskan secara bertahap selama dua tahun berikutnya setelah keluarga mengumpulkan tebusan. Beberapa laporan menyebutkan sejumlah siswi dinikahkan secara paksa dan bahkan ada yang dikembalikan dalam keadaan sudah memiliki anak.
Artikel Terkait
Real Sociedad dan Alaves Bermain Imbang 3-3 dalam Drama Injury Time
Adik Bupati Tulungagung yang Jadi Anggota DPRD Diamankan KPK sebagai Saksi
Imigrasi Bentuk Tim Khusus dan Fast Track untuk Permudah Atlet Asing
OJK Jabar Soroti Pentingnya Inovasi dan Jaringan untuk Dongkrak Inklusi Keuangan Syariah