Pasukan militer, unit khusus kepolisian, dan masyarakat setempat kini melakukan operasi pencarian di wilayah tersebut. Tim gabungan menyisir jalur perlintasan dan kawasan hutan terdekat untuk menemukan para siswi yang diculik serta menangkap kelompok kriminal tersebut.
Kejadian ini merupakan kasus penculikan massal kedua yang menimpa wilayah Kebbi dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Sebelumnya pada Juni 2021, lebih dari 100 siswa dan staf pengajar dari sebuah perguruan tinggi negeri juga menjadi korban penculikan oleh kelompok bandit.
Para korban penculikan tahun 2021 kemudian dibebaskan secara bertahap selama dua tahun berikutnya setelah keluarga mengumpulkan tebusan. Beberapa laporan menyebutkan sejumlah siswi dinikahkan secara paksa dan bahkan ada yang dikembalikan dalam keadaan sudah memiliki anak.
Artikel Terkait
Guterres Murka, Rusia Hantam Infrastruktur Vital Ukraina di Tengah Beku
Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Pandeglang Dini Hari
Ribuan Warga Padati Kemayoran, Gubernur Soroti Peran Keluarga dalam Perayaan Natal Bersama
Hanif Dhakiri Desak Pengawasan Proaktif untuk Jaga Data Nasabah