Bibit Siklon 97S & 98S Terdeteksi, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Ini

- Senin, 17 November 2025 | 08:10 WIB
Bibit Siklon 97S & 98S Terdeteksi, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Ini
Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Deteksi Dua Bibit Siklon Tropis 97S dan 98S

Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Deteksi Dua Bibit Siklon Tropis 97S dan 98S

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi dua bibit siklon tropis yang aktif di dekat Indonesia, yaitu Bibit Siklon Tropis 97S dan 98S. Kehadiran fenomena alam ini meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di berbagai daerah di Tanah Air.

Meskipun kedua bibit siklon ini dinilai memiliki peluang rendah untuk berubah menjadi siklon tropis dalam tiga hari ke depan, dampak tidak langsungnya terhadap kondisi cuaca di Indonesia diperkirakan cukup signifikan. Masyarakat diimbau untuk tetap siaga.

Profil dan Posisi Bibit Siklon Tropis 97S dan 98S

Bibit Siklon Tropis 97S dipantau oleh Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta. Sistem ini terletak di sekitar koordinat 11.8° Lintang Selatan dan 120.8° Bujur Timur. Bibit siklon ini memiliki kekuatan angin maksimum 25 knot (sekitar 46 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1009 hPa.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 98S terpantau berkembang di Samudra Hindia, tepatnya di barat daya Bengkulu, sejak Sabtu, 15 November 2025. Pusat sistem cuaca ini berada di 8.2° Lintang Selatan dan 101.4° Bujur Timur, dengan kecepatan angin maksimum 20 knot (37 km/jam) dan tekanan minimum 1007 hPa.

Dampak Cuaca Ekstrem dan Daerah yang Terpengaruh

Keberadaan kedua bibit siklon ini memicu peningkatan aktivitas hujan dan angin. Berikut adalah daerah-daerah yang perlu mewaspadai cuaca ekstrem:

Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

  • Bibit Siklon 97S: Berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara itu, hujan sedang hingga lebat berpeluang terjadi di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
  • Bibit Siklon 98S: Memicu potensi hujan sedang hingga lebat di daerah Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Angin kencang juga berpotensi terjadi, khususnya di bagian selatan wilayah-wilayah tersebut.

Peringatan Gelombang Tinggi

Kondisi laut juga perlu diwaspadai. Berikut prakiraan tinggi gelombang:

  • Gelombang 1.25 - 2.5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Aceh hingga Bengkulu, perairan barat Aceh hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, perairan selatan Jawa hingga NTT, Selat Bali bagian selatan hingga Selat Sumba bagian barat, dan Laut Sawu.
  • Gelombang lebih tinggi (2.5 - 4 meter) berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Lampung dan Samudra Hindia selatan Jawa Barat.

Imbauan Resmi dari BMKG

BMKG menegaskan untuk terus memantau perkembangan kedua bibit siklon tropis ini secara intensif. Masyarakat, terutama nelayan dan mereka yang beraktivitas di pesisir, diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan cuaca buruk. Setiap perkembangan signifikan akan segera dikomunikasikan kepada publik untuk mendukung langkah mitigasi yang cepat dan tepat.

Prakiraan Cuaca Wilayah Jabodetabek

Bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), berikut ringkasan prakiraan cuaca untuk beberapa hari ke depan:

Senin, 17 November 2025

Hujan ringan diprakirakan terjadi di hampir seluruh wilayah Jabodetabek, sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang melanda Kepulauan Seribu dan Kabupaten Bogor.

Selasa, 18 November 2025

Kondisi serupa dengan hujan ringan di sebagian besar wilayah. Hujan sedang berpotensi terjadi di Kepulauan Seribu, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor.

Rabu, 19 November 2025

Hujan ringan diprakirakan hanya terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Sebagian besar wilayah lainnya, termasuk Jakarta Selatan dan Timur, akan mengalami hujan sedang. Kabupaten Bogor diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas lebat.

Dengan adanya peringatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem, sekaligus mengurangi risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar