Polisi menyoroti sisi kemanusiaan dari kasus ini, menyatakan bahwa situasi keluarga pelaku patut mendapat perhatian dan empati.
Motif dan Kurangnya Tempat Curhat
Dalam perkembangan lain, penyelidikan mengungkapkan motif yang melatarbelakangi aksi peledakan tersebut. Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Iman Imanuddin, ABH tersebut diduga melakukan aksinya karena merasa kesepian dan tidak memiliki tempat untuk menyalurkan keluh kesah.
Perasaan terisolasi ini dialami oleh pelaku di berbagai lingkungan, baik di dalam keluarganya sendiri, di sekolah, maupun di lingkungan pertemanannya. Ketiadaan figur atau tempat curhat yang dapat dipercaya diduga menjadi pemicu yang mendorongnya untuk bertindak.
Penyidikan terus dilakukan untuk mengungkap kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta ini secara lebih menyeluruh dan komprehensif.
Artikel Terkait
Serangan AS-Israel Tewaskan 555 Warga Sipil Iran, 200 di Antaranya Anak-anak
Perbasi Peringatkan Masyarakat Soal Maraknya Penipuan Atas Nama Organisasi
Gus Yahya Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Indonesia Ambil Peran Mediasi
Gempa Magnitudo 5,0 dan 5,1 Guncang Maluku Barat Daya dan Laut Banda, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami