Latihan militer ini merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari sebulan antara Amerika Serikat dan Trinidad dan Tobago. Sebelumnya pada bulan Oktober, kapal perusak berpeluru kendali AS telah berlabuh di Trinidad selama empat hari untuk latihan serupa yang juga dikutuk Venezuela sebagai tindakan provokatif.
Peningkatan aktivitas militer AS di Amerika Latin telah memicu ketegangan diplomatik. Amerika Serikat mengklaim operasi militer mereka ditujukan untuk memerangi jaringan narkoba, sementara Venezuela menuduh Washington menggunakan dalih tersebut sebagai taktik untuk menggulingkan pemerintahan Maduro.
Operasi militer AS baru-baru ini di kawasan tersebut telah mengerahkan kapal perang, jet tempur, dan ribuan personel militer. Serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba telah menewaskan puluhan orang, meskipun Washington belum memberikan bukti konkret mengenai identitas target mereka.
Artikel Terkait
Indonesia Desak Evaluasi Keamanan Pasukan PBB Usai Tiga Prajurit Gugur di Lebanon
Tiga Daerah di Sulsel Kolaborasi Olah Sampah Jadi Listrik 25 MW
Iran Izinkan Kapal Irak Melintasi Selat Hormuz di Tengah Blokade
Platform X Siapkan Fitur Auto-Lock untuk Cegah Penipuan Kripto