Sinergi Pemerintah dan BINUS University untuk Modernisasi Koperasi Desa
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah dan perguruan tinggi. Kerja sama ini difokuskan untuk mempercepat program modernisasi Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia.
Dampak Ekonomi Nasional dari Penguatan Ekonomi Desa
Ferry menjelaskan bahwa Kopdes/Kel Merah Putih berpotensi meningkatkan perputaran uang di tingkat desa. Peningkatan transaksi masyarakat desa dengan memanfaatkan teknologi menjadi kunci utama. Ia meyakini bahwa percepatan ekonomi desa akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dengan pertumbuhan ekonomi di desa-desa secara agregat, kami berharap dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai target 8 persen seperti yang diharapkan Presiden," ujar Ferry dalam sebuah keterangan resmi.
Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Modernisasi Koperasi
Dalam Raker Faculty Member BINUS University dengan tema 'Menyatukan Langkah Menuju BINUS 2035', Ferry mengajak BINUS University untuk terlibat aktif dalam menyelesaikan berbagai tantangan modernisasi koperasi. Perguruan tinggi dinilai memiliki kapabilitas dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mendorong koperasi menjadi lebih modern dan profesional.
"Keinginan untuk menjadi modern memerlukan sentuhan dari seluruh civitas akademika, termasuk dari BINUS University," tegasnya.
Solusi Teknologi untuk Permasalahan Desa
Ferry memberikan contoh konkret permasalahan yang dihadapi masyarakat desa, seperti proses pengeringan padi yang masih bergantung pada sinar matahari dengan cara dijemur di pinggir jalan. Metode konvensional ini sering berujung pada penurunan kualitas padi dan harga jual yang rendah.
Permasalahan lain adalah minimnya fasilitas cold storage untuk menyimpan buah, sayur, dan hasil perikanan. Akibatnya, produk pertanian dan perikanan mengalami penurunan kualitas sebelum sampai ke pasar.
Ferry berharap BINUS University dapat berkontribusi dalam pengembangan teknologi tepat guna, seperti alat pengering (dryer) dan sistem penyimpanan terkontrol (atmosfer control storage). Dengan solusi ini, masalah penurunan kualitas produk masyarakat desa dapat tertangani dengan baik.
Keterlibatan Langsung Mahasiswa dan Dosen
Sebagai langkah konkret, Kementerian Koperasi mengajak civitas akademika BINUS untuk menerjunkan mahasiswa dan tenaga pendidik guna mendampingi operasional koperasi. Keterlibatan langsung ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi percepatan modernisasi Kopdes/Kel Merah Putih.
"Kami terbuka jika BINUS mau menerjunkan mahasiswa dan dosennya ke koperasi. Saya yakin kita bisa memodernisasi pedesaan kita," pungkas Ferry.
Optimisme tinggi disampaikan Ferry bahwa kolaborasi dengan BINUS University akan menghadirkan lompatan teknologi dan manajerial, menjadikan koperasi desa lebih maju, modern, dan berkontribusi besar bagi perekonomian Indonesia.
Artikel Terkait
Chelsea Kecam Ujaran Rasial terhadap Wesley Fofana Usai Kartu Merah
Banjir Rendam Tujuh Desa di Pasuruan, Ratusan KK Terdampak
Mendilibar Akui Misi Olympiacos di BayArena Hampir Mustahil
Komisi Informasi Perintahkan BKN Buka Hasil TWK 57 Eks-Pegawai KPK