Kekecewaan Keluarga Korban Atas Jalannya Sidang
Jawaban-jawaban Letda Lukman tersebut memicu kekecewaan dan kemarahan dari keluarga Prada Lucky yang hadir mendengarkan persidangan.
Ibunda almarhum, Sepriana Paulina Mirpey, menyampaikan kekecewaannya. Menurutnya, sangat tidak masuk akal jika seorang saksi yang sedang bertugas piket tidak mengenali pelaku yang masuk ke dalam ruangan. Ia juga menilai terdapat ketidaksesuaian antara kesaksian yang disampaikan di persidangan dengan berita acara pemeriksaan (BAP) yang ada.
"Kami menilai ada kebohongan yang diungkapkan di ruang sidang. Kesaksian ini tidak sesuai dengan BAP, sehingga kami sangat kecewa," tegas Sepriana.
Pandangan serupa disampaikan oleh ayah korban, Pelda Chrestian Namo. Ia menyesalkan sikap Letda Lukman yang dianggap lalai dalam menjalankan tugas. Seorang danton yang sedang piket, menurut Chrestian, seharusnya memahami seluruh kondisi yang terjadi di batalion dan memiliki kewajiban untuk melaporkan insiden tersebut kepada komandan batalion.
"Fakta bahwa hal itu tidak dilakukan sama sekali menunjukkan kelalaian yang serius," tandas Pelda Chrestian.
Persidangan kasus dugaan pelanggaran militer ini terus berlanjut untuk mencari kejelasan dan keadilan atas meninggalnya Prada Lucky Namo.
Artikel Terkait
Ledakan Tabung Gas di Pabrik Gizi Ngawi Lukai Satu Pekerja
Kedubes Iran Kunjungi Keluarga di Kampar yang Beri Nama Bayi Ali Khamenei
Wamen Pertanian Soroti Impor Gula Rafinasi Tekan Harga Petani
Tersangka Peragakan Ulang Pembunuhan Sadis dan Pemotongan Mayat di Brebes