Fapet UGM Perkuat Ketahanan Pangan dengan Inovasi Pangan Fungsional Asal Ternak
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) memperkuat komitmennya dalam mengembangkan inovasi pangan fungsional yang bersumber dari hewan ternak. Langkah strategis ini merupakan kontribusi nyata untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, yang diusung dalam peringatan Dies Natalis ke-56 dengan tema "Peningkatan SDM Unggul melalui Pangan Fungsional Asal Ternak Menuju Indonesia Emas 2045".
Sapi Gama: Prestasi Inovasi Peternakan yang Telah Disahkan
Dekan Fapet UGM, Budi Guntoro, menyoroti capaian penting di tahun 2025, yaitu peluncuran rumpun Sapi Gama. Inovasi unggulan ini telah resmi mendapatkan pengesahan dari Kementerian Pertanian. Sapi Gama merupakan hasil kolaborasi panjang selama 11 tahun antara Tim Peneliti Fapet UGM, PT Widodo Makmur Perkasa, dan Liège University Belgium sejak 2014.
Pengembangan Ayam Lokal dan Inovasi Pakan Ternak
Tidak berhenti di Sapi Gama, Fapet UGM juga aktif mengembangkan ayam lokal Indonesia generasi keempat yang ditargetkan menjadi rumpun baru. Inovasi ini melengkapi keberhasilan sebelumnya seperti rumput Gama Umami dan kacang Ratu BW sebagai solusi pakan ternak berkualitas.
Dukungan Rektor dan Peran Pangan Fungsional untuk Kesehatan
Rektor UGM, Ova Emilia, memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai inovasi Fapet UGM yang dampaknya langsung terasa di masyarakat. Ova menekankan peran krusial pangan fungsional asal ternak seperti susu, telur, dan daging dalam meningkatkan kesehatan, daya tahan tubuh, serta fungsi kognitif.
Ia juga menyebutkan inovasi kolagen dari kulit domba Garut yang memiliki manfaat untuk mencegah hipertensi. Inovasi ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat pasca pandemi akan pentingnya mengkonsumsi pangan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyehatkan.
Kolaborasi Riset Internasional dan Produk Olahan Unggulan
Fapet UGM terus menjalin kolaborasi riset dengan berbagai mitra industri dan lembaga internasional. Salah satunya adalah proyek "Enhancing Sustainable and Green Leather Technology in Indonesia" yang melibatkan sepuluh institusi mitra dari Eropa dan Indonesia. Kerja sama ini menjadi fondasi untuk membentuk Pusat Unggulan Teknologi Kulit Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan.
Di sisi produk olahan, Fapet UGM konsisten mengembangkan FapetMilk (susu pasteurisasi) dan FapetYogurt. Salah satu produk andalan lainnya adalah telur omega-3 yang dihasilkan dari ayam cage-free dan telah mengantongi sertifikasi internasional dari Humane Farm Animal Care.
Melalui terobosan dan inovasi pangan fungsional asal ternak ini, Fapet UGM bertekad untuk memperkuat peran sektor peternakan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Dengan peningkatan kualitas SDM dan inovasi pangan fungsional, kami memberikan kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045," tegas Budi Guntoro.
Artikel Terkait
Pengamat Apresiasi Penetapan Tersangka Narkoba Mantan Kapolres Bima Kota
Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Waduk Lamongan Saat Coba Tolong Teman
Delapan Rumah Hangus Terbakar di Permukiman Padat Makassar, Diduga Dipicu Mainan Api Anak
Sidang Isbat Kemenag Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Malam Ini