Mahfud MD Buka Suara Soal Penetapan Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jokowi

- Rabu, 12 November 2025 | 12:20 WIB
Mahfud MD Buka Suara Soal Penetapan Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jokowi

Mahfud MD Soroti Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, memberikan pernyataan penting mengenai penetapan Roy Suryo sebagai tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Menurut analisis hukum yang disampaikannya, kewenangan menentukan keaslian dokumen akademik berada di tangan lembaga peradilan.

Kewenangan Pembuktian Ijazah Menurut Hukum

Dalam podcast Terus Terang di kanal YouTube @MahfudMD, Mahfud menegaskan bahwa proses pembuktian keaslian ijazah harus melalui mekanisme hukum yang tepat. "Proses pembuktian hukum harus dilakukan secara berimbang dan transparan agar masyarakat tidak meragukan proses penegakan hukum," jelas Mahfud.

Mahfud menekankan bahwa penentuan kepalsuan suatu dokumen resmi seperti ijazah bukan merupakan kewenangan institusi kepolisian. Menurut penjelasannya, hakim pengadilan merupakan pihak yang berwenang memutuskan status keaslian sebuah dokumen setelah melalui proses pembuktian yang sah.

Proses Hukum Kasus Dugaan Ijazah Palsu

Polda Metro Jaya telah menetapkan Roy Suryo dan beberapa pihak lainnya sebagai tersangka dalam kasus penyebaran informasi mengenai dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Kasus hukum ini bermula dari adanya unggahan di media sosial yang mempertanyakan keaslian dokumen akademik pemimpin negara tersebut.

Di sisi lain, Roy Suryo melalui tim hukumnya menyatakan kesiapan untuk mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku. Pihaknya juga meminta agar bukti-bukti keaslian ijazah dapat ditunjukkan secara jelas kepada publik jika memang dokumen tersebut terbukti asli.

Implikasi Kasus Terhadap Penegakan Hukum

Kasus ini menarik perhatian luas masyarakat karena menyangkut integritas figur publik dan mantan pemimpin negara. Mahfud mengingatkan pentingnya netralitas dan profesionalitas aparat penegak hukum dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan tokoh publik.

Transparansi dalam proses hukum menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan di Indonesia. Proses pembuktian harus dilakukan secara komprehensif sebelum adanya putusan akhir dari pengadilan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar