KPAI Desak Penyidikan Tuntas Siswa SMP Tewas Jatuh di Sekolah Tangerang

- Selasa, 11 November 2025 | 15:18 WIB
KPAI Desak Penyidikan Tuntas Siswa SMP Tewas Jatuh di Sekolah Tangerang

KPAI Dorong Penyidikan Tuntas Kasus Siswa SMP Tewas Jatuh di Tangerang

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) secara resmi mendesak penyidikan mendalam terkait kasus meninggalnya seorang siswa Sekolah Menengah Pertama berusia 13 tahun. Insiden tragis ini terjadi di lingkungan sekolah internasional yang berlokasi di kawasan Gading Serpong, Tangerang, setelah korban dilaporkan terjatuh dari lantai delapan gedung sekolah.

Diyah Puspitarini, selaku Komisioner KPAI, menegaskan pentingnya proses pengusutan hukum yang transparan dan komprehensif. Pernyataan ini disampaikan di Mapolres Tangerang Selatan, menekankan bahwa meskipun korban telah dinyatakan meninggal dunia, penyebab pasti kematiannya wajib diungkap kepada publik.

Lebih lanjut, Diyah menyatakan komitmen penuh KPAI untuk mengawal proses hukum ini hingga tahap akhir. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menemukan fakta hukum, tetapi juga untuk memastikan bahwa korban tidak menerima stigma negatif pasca kejadian.

Langkah Pencegahan dan Investigasi Lanjutan

Sebagai bagian dari tindak lanjut, KPAI berencana untuk mengunjungi langsung lokasi kejadian. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan guna menghindari terulangnya insiden serupa di masa depan.

Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan secara intensif oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tangerang Selatan, bekerja sama dengan Unit Reskrim Polsek Kelapa Dua. Proses investigasi telah mencakup pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kunci serta pengumpulan barang bukti pendukung.

Perkembangan Terkini Penyidikan

AKP Wira Graha Setiawan, Kepala Satuan Reskrim Polres Tangerang Selatan, mengonfirmasi bahwa timnya telah melakukan pemeriksaan lokasi kejadian perkara (TKP) dan mengamankan rekaman CCTV dari lingkungan sekolah. Pemeriksaan terhadap lima orang saksi telah dilakukan, yang terdiri dari perwakilan pihak sekolah dan beberapa teman dekat korban.

Proses hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kronologi sebenarnya dari insiden tersebut, sekaligus memberikan rasa keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar