RSF Dituding Sembunyikan Bukti Pembantaian Massal di El-Fasher
Organisasi medis di Sudan secara tegas menuduh Rapid Support Forces (RSF) berupaya menghilangkan jejak kejahatan perang. Kelompok pemberontak tersebut dinyatakan membakar dan menguburkan korban di dalam kuburan massal untuk menyembunyikan bukti pembantaian.
Pengumpulan Jasad Korban oleh RSF di El-Fasher
Jaringan Dokter Sudan melaporkan bahwa pasukan RSF mengumpulkan ratusan jenazah dari berbagai lokasi di El-Fasher. Jasad-jasad ini merupakan korban dari serangan brutal yang dilancarkan RSF saat merebut kota tersebut pada 26 Oktober. Bukti visual kekejaman ini telah menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Pernyataan Keras Jaringan Dokter Sudan
Jaringan Dokter Sudan menegaskan bahwa tindakan RSF tidak dapat menghapus kejahatan yang telah dilakukan. "Kejahatan kelompok itu tak akan bisa dihapus meski disembunyikan atau dibakar," demikian pernyataan resmi organisasi tersebut.
Organisasi ini juga menyatakan bahwa peristiwa di El-Fasher bukan merupakan insiden terisolasi. "Apa yang terjadi di El-Fasher merupakan bagian dari genosida besar-besaran yang dilakukan RSF dengan melanggar norma internasional dan ajaran agama tentang penghormatan terhadap jenazah," tambah pernyataan itu.
Artikel Terkait
Cuaca Makassar Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Minggu, 12 April 2026
Warga Rokan Hilir Amuk Rumah Diduga Bandar Narkoba, Polisi Janji Usut Tuntas
Makassar Tinggalkan Open Dumping, Beralih ke Sistem Sampah Berkelanjutan
Lapangan Gaspa Palopo Resmi Dibuka Usai Revitalisasi Senilai Rp 3,5 Miliar