Calon Penerima Gelar Pahlawan 2024: Soeharto dan Marsinah Masuk Daftar
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengumumkan bahwa nama-nama calon penerima gelar pahlawan nasional akan diumumkan secara resmi pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November mendatang. Salah satu nama yang telah melalui proses kajian adalah mantan Presiden RI ke-2, Soeharto.
Gus Ipul menegaskan bahwa usulan pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto telah melalui proses pengkajian yang berjenjang, mulai dari tingkat daerah hingga ke Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk menunggu keputusan final dari dewan tersebut.
“Nanti akan kita dengarkanlah pengumuman yang Insyaallah akan kita ketahui secara bersama-sama, ya,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya di RS Yarsi, Jakarta, Sabtu (8/11).
Hening Cipta 60 Detik di Hari Pahlawan
Upacara peringatan Hari Pahlawan tahun ini rencananya akan digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Gus Ipul juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengheningkan cipta selama 60 detik tepat pada pukul 08.15 waktu setempat.
“Saya ngajak kepada seluruh masyarakat, nanti tanggal 10 November jam 08.15 tepat, sama-sama melakukan hening cipta di mana pun kita berada selama 60 detik untuk mengirim doa kepada seluruh pahlawan-pahlawan, syuhada,” pesannya.
Daftar Calon Pahlawan Nasional Telah Diserahkan ke Presiden Prabowo
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Fadli Zon, telah bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto untuk menyerahkan daftar nama calon penerima gelar pahlawan. Selain Soeharto, nama tokoh buruh, almarhumah Marsinah, juga tercatat dalam daftar tersebut.
“Untuk nama-nama itu memang semuanya seperti saya bilang itu memenuhi syarat ya, termasuk nama Presiden Soeharto itu sudah tiga kali bahkan diusulkan,” jelas Fadli Zon di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/11).
Tanggapan atas Kontroversi Usulan Soeharto
Usulan gelar pahlawan untuk Soeharto tidak lepas dari kritik sejumlah kalangan masyarakat yang menyoroti dugaan pelanggaran HAM berat pada masa pemerintahannya. Menanggapi hal ini, Fadli Zon membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa Soeharto tidak pernah terbukti secara hukum.
“Enggak pernah ada buktinya kan, enggak pernah terbukti. Pelaku genosida apa? Enggak ada. Saya kira enggak ada itu (genosida),” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.
Dengan proses yang telah dijalani, keputusan akhir pemberian gelar pahlawan nasional kini tinggal menunggu pengumuman resmi pada Hari Pahlawan nanti.
Artikel Terkait
PSM Makassar Andalkan Pemain Asing Baru untuk Hentikan Tren Negatif di Liga 1
Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD Kenang Peran Kunci dalam Reformasi Konstitusi 1998
Timnas Futsal Indonesia Tembus Final Piala Asia untuk Pertama Kali, Kalah Dramatis dari Iran Lewat Adu Penalti
Timnas Futsal Indonesia Tumbang dari Iran di Final AFC Asian Cup Lewat Drama Adu Penalti