3 Tipe Pejabat Maling di Konoha yang Wajib Diketahui
Dalam sistem pemerintahan Konoha, terdapat pola korupsi yang sistematis yang dapat dikategorikan menjadi tiga tipe pejabat. Mari kita bahas satu per satu tipe pejabat maling di Konoha ini.
1. Maling Kakap Kebal Hukum
Tipe pertama adalah maling kakap yang kebal terhadap hukum. Contoh kasus yang mencolok termasuk Bahlul, Boba, dan Budi Burik. Pejabat dalam kategori ini biasanya memiliki jaringan perlindungan yang sangat kuat sehingga sulit tersentuh oleh proses hukum.
2. Maling Teri Target Lunak
Tipe kedua adalah maling teri yang menjadi target lunak penegak hukum. Contohnya seperti mantan Gubernur Riau. Berbeda dengan maling kakap, pejabat kategori ini biasanya tidak memiliki perlindungan politik yang memadai sehingga mudah menjadi sasaran operasi penegakan hukum.
3. Pejabat Lurus yang Difitnah Maling
Tipe ketiga justru merupakan pejabat yang bersih namun difitnah sebagai koruptor. Contoh yang sering disebut adalah Tom Lembong dan Ira Puspadewi Direktur ASDP. Pejabat dalam kategori ini biasanya menjadi korban karena berani melawan praktik korupsi yang sistemik.
Fenomena Cantelan Kekuasaan di Konoha
Kunci utama yang menentukan nasib seorang pejabat di Konoha adalah cantelan ke penguasa. Selama memiliki hubungan dekat dengan kekuasaan, praktik korupsi hingga ribuan triliun rupiah pun bisa dianggap aman.
Sebaliknya, pejabat yang tidak memiliki cantelan kekuasaan meski baru belajar memalak anak buah sudah bisa langsung kena Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Yang lebih memprihatinkan, pejabat yang berani menantang "The Maling Brotherhood" atau persaudaraan maling, sebersih apapun track recordnya, akan berakhir di balik jeruji besi.
Implikasi bagi Sistem Pemerintahan Konoha
Selama fenomena ini terus berlangsung di Konoha, dapat disimpulkan bahwa penguasa Konoha dan lingkaran dalamnya adalah bagian dari The Maling Brotherhood itu sendiri. Kondisi ini menunjukkan bahwa Konoha berada dalam keadaan yang sulit untuk diperbaiki.
Dengan sistem yang sudah sedemikian rusak, banyak yang berpendapat bahwa Konoha sudah beyond repair atau berada di titik yang tidak bisa lagi diperbaiki.
Ditulis oleh: Meilanie Buitenzorgy
Artikel Terkait
Oknum Polisi Tembak Warga Sipil di Jayapura, Korban Selamat
BMKG Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor di Makassar dan Sejumlah Wilayah Sulsel
Kadin Sultra Bagikan 12.000 Paket Sembako Murah Jelang Ramadan
IPK Indonesia Anjlok ke 34, Persepsi Dunia Usua Jadi Pemicu Utama