"Saat ini ada enam pasien dalam perawatan observasi dan satu orang di kamar operasi yang sedang menjalani prosedur penanganan luka di area perut," jelas Direktur Medis RS Yarsi, dr. Muhammadi, pada Jumat (7/11).
Ia menambahkan, "Untuk korban lainnya termasuk dalam kategori yellow zone dengan gangguan pendengaran akibat trauma ledakan."
Kepolisian Republik Indonesia saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif dibalik ledakan SMAN 72 Jakarta yang diduga dilakukan oleh seorang siswa sekolah tersebut.
Artikel Terkait
Dua Mahasiswa UI Minta Maaf, 16 Orang Diselidiki atas Dugaan Pelecehan Seksual
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Terkait Kasus Pemerasan
Warga dan Petugas Bersihkan Kanal Penuh Sampah di Makassar untuk Antisipasi Banjir
Kejaksaan Agung Mutasi Sejumlah Pejabat, Termasuk Kajati Sulawesi Selatan