Pakar telematika Roy Suryo mengungkap temuan mengejutkan setelah tiga hari melakukan investigasi di Sydney, Australia terkait riwayat pendidikan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Roy Suryo bertemu dengan lima alumni UTS Insearch Sydney, lembaga pendidikan internasional yang disebut sebagai tempat Gibran menempuh studi selama tiga tahun. Pertemuan ini dilakukan untuk mengklarifikasi kebenaran informasi pendidikan wakil presiden.
Menurut Roy Suryo, para alumni yang diwawancarainya berasal dari angkatan 2005-2006, periode yang sama dengan masa studi Gibran di UTS Insearch. "Mereka ini angkatan 2005-2006 pas persis dengan (Gibran)," jelas Roy dalam podcast Sentana TV, Jumat 7 Oktober 2025.
Roy menyoroti fakta bahwa dengan jumlah siswa Indonesia sekitar 200 orang di UTS Insearch, seharusnya antar mahasiswa saling mengenal dan berinteraksi. Namun temuan mengejutkan mengungkap bahwa para alumni tersebut mengaku tidak pernah bertemu dengan Gibran selama masa studi mereka.
Investigasi lebih lanjut menunjukkan bahwa tidak ada data yang membuktikan Gibran pernah lulus dari UTS Insearch. Roy Suryo mengonfirmasi hal ini ke beberapa pihak dan menemukan bahwa nama Gibran tidak tercatat sebagai lulusan resmi lembaga pendidikan tersebut.
"Saya sudah konfirmasi ke beberapa pihak. Nama Gibran tidak tercatat sebagai lulusan resmi. Ini harus dijelaskan secara terbuka, karena menyangkut kredibilitas pejabat negara," tegas Roy Suryo.
Roy juga menyampaikan keraguan terhadap kelengkapan pendidikan formal Gibran di level sebelumnya. Pakar telematika ini meyakini bahwa Gibran tidak memiliki ijazah sekolah menengah atas secara resmi.
"Saya yakin dia juga tidak punya ijazah SMA. Kalau ada, tunjukkan saja ke publik, biar semua jelas," pungkas Roy Suryo menantang transparansi data pendidikan wakil presiden.
Artikel Terkait
39 Warga Boven Digoel Mengungsi Pascapenembakan Pesawat oleh KKB
KKB Tembak Pesawat di Papua Selatan, Dua Pilot Tewas
Hari Pers Nasional 2026: Tantangan Media di Era Dominasi Algoritma dan Viralitas
Budayawan Sobary Bela Roy Suryo Cs di Polda: Mereka Jalankan Peran Intelektual