AS dan Inggris Hapus Sanksi Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa
Amerika Serikat dan Inggris secara resmi mencabut sanksi terhadap Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa pada Jumat (7/11). Keputusan pencabutan sanksi ini terjadi sehari setelah Dewan Keamanan PBB mengangkat sanksi terhadap al-Sharaa, menjelang pertemuannya dengan Presiden Donald Trump minggu depan.
Selain terhadap Presiden al-Sharaa, pencabutan sanksi juga berlaku untuk Menteri Dalam Negeri Suriah Anas Khattab. Kebijakan penghapusan sanksi ini menandai perubahan signifikan dalam hubungan internasional dengan Suriah.
Latar Belakang Sanksi Terhadap Pejabat Suriah
Baik al-Sharaa maupun Anas Khattab sebelumnya dikenai sanksi karena keterkaitan mereka dengan ISIS dan al Qaeda, organisasi yang masih tercatat dalam Daftar Teroris Global Amerika Serikat. Sanksi ini merupakan bagian dari tekanan internasional terhadap kelompok-kelompok yang dianggap teroris.
Inggris sebenarnya telah mulai mencabut sanksi untuk Suriah sejak April 2025, meskipun sanksi terkait perdagangan senjata masih tetap berlaku. Perkembangan terbaru ini memperkuat tren normalisasi hubungan dengan Suriah.
Dukungan Uni Eropa dan Masa Depan Suriah
Langkah pencabutan sanksi oleh AS dan Inggris diperkirakan akan diikuti oleh Uni Eropa dalam waktu dekat. Seorang juru bicara Komisi Uni Eropa menyatakan komitmen mereka untuk mendukung transisi kepemimpinan Suriah secara damai.
"Kami berkomitmen mendukung transisi kepemimpinan Suriah yang damai, dipimpin dan dimiliki oleh rakyat Suriah, untuk menjamin masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Suriah," jelas pernyataan resmi tersebut.
Profil Ahmad al-Sharaa, Annas Khattab dan HTS
Ahmad al-Sharaa dan Annas Khattab merupakan bagian dari Front al-Nusrah atau Hayat Tahrir al-Sham (HTS), kelompok milisi yang awalnya dibentuk untuk menggulingkan rezim Bashar al-Assad. Rezim al-Assad selama ini mendapat dukungan dari Rusia, yang melakukan intervensi militer sepanjang perang sipil Suriah dari 2011 hingga 2024.
Pada tahun 2014, HTS dimasukkan dalam daftar organisasi teroris oleh Amerika Serikat. Namun, situasi berubah setelah kelompok ini memenangkan perang sipil dan berhasil menggulingkan al-Assad pada akhir 2024. Perubahan politik ini mendorong AS merevisi kebijakannya.
Pada 8 Juli 2025, HTS secara resmi dihapus dari daftar organisasi teroris oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, membuka jalan bagi normalisasi hubungan internasional dengan pemerintahan Suriah yang baru.
Artikel Terkait
Satgas Cartenz 2026 Amankan Senjata Rakitan di Rumah Kosong Yahukimo
Manchester United Hadapi Ujian Mental di London Stadium Lawan West Ham
Mentan: Kolaborasi dengan Polri Kunci Ketahanan Pangan Nasional
IHSG Menguat 1,24% ke 8.131, Analis Soroti Peluang dan Kewaspadaan