Ledakan SMAN 72: Pesan Politik untuk Pemerintahan Prabowo dan Analisis Ancamannya

- Jumat, 07 November 2025 | 17:50 WIB
Ledakan SMAN 72: Pesan Politik untuk Pemerintahan Prabowo dan Analisis Ancamannya

Ledakan di SMAN 72: Analisis Pesan Politik untuk Pemerintahan Prabowo

Ledakan di lingkungan SMAN 72 Jakarta dekat Kodamar dinilai bukan insiden kriminal biasa. Pengamat intelijen Amir Hamzah menyatakan aksi ini mengandung pesan politik serius terhadap stabilitas nasional dan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Lokasi Strategis Dekat Markas TNI AL

Lokasi SMAN 72 di kawasan Kodamar menunjukkan pesan simbolik yang kuat. Amir Hamzah menjelaskan pelaku ingin membuktikan bahwa kompleks militer TNI AL dapat ditembus, mengirim sinyal pelemahan psikologis terhadap institusi pertahanan negara.

Waktu Ledakan Saat Ibadah Jumat

Ledakan terjadi pada waktu salat Jumat di area sekolah yang memiliki masjid aktif. Menurut analisis, pemilihan waktu dan lokasi ini bertujuan memprovokasi emosi kolektif umat Islam dan menciptakan perpecahan horizontal dalam masyarakat.

Temuan Senjata dan Bom Molotov

Polisi menemukan softgun, senjata rakitan, dan bom molotov di lokasi kejadian. Amir Hamzah menilai temuan ini sebagai terror signaling - pesan ketakutan kepada masyarakat bahwa ancaman bisa datang dari mana saja.

Ujian untuk Pemerintahan Prabowo Subianto

Insiden ini diduga bagian dari upaya sistematis mengacaukan pemerintahan baru. Pemerintahan Prabowo yang sedang membangun citra kuat di kancah global menjadi target aktor yang tidak menginginkan Indonesia stabil.

Konteks Geopolitik dan Proxy War

Ledakan di kawasan maritim strategis ini juga dikaitkan dengan dinamika global. Amir Hamzah mengingatkan kemungkinan keterlibatan proxy war melalui serangan terbatas dan operasi psikologis.

Rekomendasi untuk Pemerintah

Diperlukan penguatan kerja sama intelijen militer, kepolisian, dan siber nasional. Pemerintah diminta merespons dengan tenang namun tegas terhadap pesan politik di balik insiden ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar