Ledakan di SMAN 72: Analisis Pesan Politik untuk Pemerintahan Prabowo
Ledakan di lingkungan SMAN 72 Jakarta dekat Kodamar dinilai bukan insiden kriminal biasa. Pengamat intelijen Amir Hamzah menyatakan aksi ini mengandung pesan politik serius terhadap stabilitas nasional dan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Lokasi Strategis Dekat Markas TNI AL
Lokasi SMAN 72 di kawasan Kodamar menunjukkan pesan simbolik yang kuat. Amir Hamzah menjelaskan pelaku ingin membuktikan bahwa kompleks militer TNI AL dapat ditembus, mengirim sinyal pelemahan psikologis terhadap institusi pertahanan negara.
Waktu Ledakan Saat Ibadah Jumat
Ledakan terjadi pada waktu salat Jumat di area sekolah yang memiliki masjid aktif. Menurut analisis, pemilihan waktu dan lokasi ini bertujuan memprovokasi emosi kolektif umat Islam dan menciptakan perpecahan horizontal dalam masyarakat.
Temuan Senjata dan Bom Molotov
Polisi menemukan softgun, senjata rakitan, dan bom molotov di lokasi kejadian. Amir Hamzah menilai temuan ini sebagai terror signaling - pesan ketakutan kepada masyarakat bahwa ancaman bisa datang dari mana saja.
Ujian untuk Pemerintahan Prabowo Subianto
Insiden ini diduga bagian dari upaya sistematis mengacaukan pemerintahan baru. Pemerintahan Prabowo yang sedang membangun citra kuat di kancah global menjadi target aktor yang tidak menginginkan Indonesia stabil.
Konteks Geopolitik dan Proxy War
Ledakan di kawasan maritim strategis ini juga dikaitkan dengan dinamika global. Amir Hamzah mengingatkan kemungkinan keterlibatan proxy war melalui serangan terbatas dan operasi psikologis.
Rekomendasi untuk Pemerintah
Diperlukan penguatan kerja sama intelijen militer, kepolisian, dan siber nasional. Pemerintah diminta merespons dengan tenang namun tegas terhadap pesan politik di balik insiden ini.
Artikel Terkait
Mahfud MD Soroti Aparat Penegak Hukum sebagai Akar Masalah Utama
Menko Hukum Yusril Kecam Penganiayaan Remaja oleh Oknum Brimob di Tual
Pemuda 19 Tahun Tewas Tabrak Truk Mogok di Jalan AP Pettarani Makassar
Menko Hukum Yusril Kecam Keras Penganiayaan Pelajar Maluku oleh Oknum Brimob