Setelah Topan Kalmaegi menghantam Filipina, penduduk di Kota Talisay, Provinsi Cebu, mulai kembali ke rumah mereka. Daerah ini tercatat sebagai wilayah yang mengalami kerusakan terparah akibat badai tropis tersebut.
Liza Becus, salah seorang korban topan, menggambarkan kondisi rumahnya yang hancur. "Semuanya hancur. Hanya lantainya yang tersisa. Semuanya hanyut. Kami tidak punya barang-barang. Anak-anak saya tidak punya apa-apa. Seragam, tas, dan semua barang kami hilang," ujarnya.
Kini, Becus berjuang menyelamatkan sisa harta benda keluarganya. Ia berusaha mengumpulkan barang-barang yang masih bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan makan ketujuh anaknya.
Topan Kalmaegi yang menerjang kawasan Filipina tengah pada Selasa, 4 November, menewaskan hampir 200 orang. Bencana alam ini juga mengakibatkan ribuan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Bencana topan ini terjadi hanya sebulan setelah gempa bumi berkekuatan 6,9 magnitudo mengguncang Cebu utara. Gempa sebelumnya juga telah menewaskan puluhan orang di wilayah yang sama.
Merespons situasi darurat ini, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan status keadaan bencana nasional pada Kamis, 6 November. Keputusan ini memungkinkan lembaga pemerintah mengakses dana darurat lebih luas dan mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.
Artikel Terkait
Ketua Komisi III DPR Desak Penanganan Adil Kasus Pembunuhan Ayah di Pariaman
Akses Jalan Utama di Aceh Pulih Bertahap Pasca Bencana 2025
Kemen HAM Soroti Gangguan Cuci Darah Pasien Gagal Ginjal Akibat Nonaktif BPJS
Banjir di Kendal Mulai Surut, 1.300 Rumah Terdampak