Perjuangan Siswa SD di Maluku Utara Menyeberangi Sungai Demi Sekolah
Setiap hari, para siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, menghadapi tantangan berat untuk menuju sekolah. Mereka harus menyeberangi sungai yang mengalir deras tanpa adanya jembatan penyeberangan.
Kondisi Berbahaya yang Menjadi Rutinitas Harian
Pemandangan siswa-siswa SD yang digendong orang tua dan warga untuk menyeberangi sungai telah menjadi aktivitas rutin pagi dan sore hari. Saat air sungai meluap, risiko keselamatan menjadi ancaman serius yang harus dihadapi anak-anak ini.
Dukungan Guru dalam Mengatasi Tantangan
Ernal Tamadarage, salah seorang guru di daerah tersebut, menjelaskan bahwa terdapat dua sungai yang harus dilalui siswa dan guru setiap hari. Para guru secara konsisten membantu menyeberangkan siswa ketika orang tua terlambat menjemput.
"Setiap hari kerja kami selaku guru selalu mengantar anak-anak untuk menyeberangi sungai," ujar Ernal.
Harapan Pembangunan Jembatan untuk Pendidikan yang Lebih Aman
Desa Bobo memiliki 8 sekolah yang terdiri dari 3 SD, 3 PAUD, 1 SMP, dan 1 SMK. Semua institusi pendidikan ini menghadapi tantangan yang sama dalam hal akses transportasi.
Ernal menyampaikan harapan masyarakat: "Harapan kami ke depan kiranya pemerintah bisa membangun jembatan agar para siswa dan guru dapat berangkat ke sekolah dengan aman."
Semangat belajar anak-anak di Desa Bobo tetap menyala meski dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan risiko tinggi. Perjuangan mereka menjadi bukti nyata betapa pentingnya pendidikan dan kebutuhan mendesak akan pembangunan jembatan di daerah tersebut.
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Pembobolan Toko Ayam Krispi di Makassar, Kerugian Capai Rp9 Juta
Mahasiswi Tewas Usai Motor Tabrakan dengan Truk Gandeng di Jombang
Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Watampone, Delapan Pelajar Diamankan Bersama Parang dan Busur
Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin Tembus Final Indonesia Open 2026 Usai Kalahkan Senior