Perjuangan Siswa SD di Maluku Utara Menyeberangi Sungai Deras Demi Sekolah, Kondisinya Memprihatinkan

- Jumat, 07 November 2025 | 11:18 WIB
Perjuangan Siswa SD di Maluku Utara Menyeberangi Sungai Deras Demi Sekolah, Kondisinya Memprihatinkan

Perjuangan Siswa SD di Maluku Utara Menyeberangi Sungai Demi Sekolah

Setiap hari, para siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, menghadapi tantangan berat untuk menuju sekolah. Mereka harus menyeberangi sungai yang mengalir deras tanpa adanya jembatan penyeberangan.

Kondisi Berbahaya yang Menjadi Rutinitas Harian

Pemandangan siswa-siswa SD yang digendong orang tua dan warga untuk menyeberangi sungai telah menjadi aktivitas rutin pagi dan sore hari. Saat air sungai meluap, risiko keselamatan menjadi ancaman serius yang harus dihadapi anak-anak ini.

Dukungan Guru dalam Mengatasi Tantangan

Ernal Tamadarage, salah seorang guru di daerah tersebut, menjelaskan bahwa terdapat dua sungai yang harus dilalui siswa dan guru setiap hari. Para guru secara konsisten membantu menyeberangkan siswa ketika orang tua terlambat menjemput.

"Setiap hari kerja kami selaku guru selalu mengantar anak-anak untuk menyeberangi sungai," ujar Ernal.

Harapan Pembangunan Jembatan untuk Pendidikan yang Lebih Aman

Desa Bobo memiliki 8 sekolah yang terdiri dari 3 SD, 3 PAUD, 1 SMP, dan 1 SMK. Semua institusi pendidikan ini menghadapi tantangan yang sama dalam hal akses transportasi.

Ernal menyampaikan harapan masyarakat: "Harapan kami ke depan kiranya pemerintah bisa membangun jembatan agar para siswa dan guru dapat berangkat ke sekolah dengan aman."

Semangat belajar anak-anak di Desa Bobo tetap menyala meski dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan risiko tinggi. Perjuangan mereka menjadi bukti nyata betapa pentingnya pendidikan dan kebutuhan mendesak akan pembangunan jembatan di daerah tersebut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar