Mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi, telah membacakan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Dalam pledoinya, Ira Puspadewi membantah tuduhan bahwa dirinya telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1,25 triliun.
Ira Puspadewi menyatakan ketidakterimaannya atas tuntutan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa penahanan yang dialaminya bukan disebabkan oleh tindak korupsi, melainkan karena terobosan kebijakannya yang justru menguntungkan negara, namun diframing seolah-olah sebagai sebuah kejahatan.
Dalam perkara korupsi yang menjeratnya, mantan Dirut ASDP ini sebelumnya telah dituntut dengan hukuman 8 tahun 6 bulan penjara. Selain itu, jaksa juga menuntut denda sebesar Rp 500 juta, dengan subsider 4 bulan kurungan. Tuntutan ini dibacakan di persidangan pada akhir Oktober 2025.
Berikut adalah dokumen lengkap nota pembelaan Ira Puspadewi yang menjelaskan posisi dan pembelaannya terkait kasus yang sedang dihadapinya.
Artikel Terkait
Sunyi yang Berbicara: Ketika Ulama Minang Menjinakkan Euforia Tahun Baru
Puncak Macet Parah, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah
600 Hunian Darurat Tuntas di Aceh Tamiang, BRI dan BUMN Pacu Pembangunan
Pemilik Warung Steak Kalibata Dipanggil Polda, Kerugian Hampir Rp 100 Juta