Air mata Ira berlinang saat mengenang masa kecilnya yang sederhana. Sebagai anak bungsu dari 11 bersaudara dalam keluarga TNI AU, ia diajarkan untuk hidup pas-pasan. Mimpi besarnya digantungkan pada cerita ayahnya tentang kemajuan teknologi di Jepang dan Amerika, yang mendorongnya untuk bekerja keras.
Integritas dan Prestasi Kerja
Nilai integritas dan kerja keras yang ditanamkan keluarganya dipegang teguh dalam kariernya. Ia menyatakan tidak pernah membolos dan hanya sekali cuti sakit saat pandemi COVID. Nilai-nilai inilah yang ia klaim menjadi kunci keberhasilan transformasi ASDP melalui digitalisasi, yang bahkan berhasil menaikkan remunerasi karyawan.
Bantahan Terhadap Dakwaan Korupsi
Ira menyayangkan dakwaan korupsi yang menjeratnya. Ia heran dituduh melakukan korupsi padahal tidak menerima uang sepeser pun. Ia menyebut dakwaan yang menyatakan kerugian negara Rp 1,253 triliun dari perusahaan feri berpendapatan Rp 600 miliar sebagai hal yang tidak masuk akal.
Harapan untuk Keadilan
Di akhir pledoi, Ira berharap majelis hakim dapat memberikan putusan yang adil dan berpegang pada kebenaran. Ia percaya bahwa kebeningan hati nurani hakim akan mengantarkannya pada keadilan yang sebenarnya.
Artikel Terkait
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton
Timnas Indonesia Hancurkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, Lolos ke Final FIFA Series 2026
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Investasi dengan Pejabat AS