Muhammadiyah Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Ini Alasan dan Jasanya

- Kamis, 06 November 2025 | 11:30 WIB
Muhammadiyah Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Ini Alasan dan Jasanya
Muhammadiyah Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional | Jasa dan Kontribusi

Muhammadiyah Dukung Soeharto Diangkat Menjadi Pahlawan Nasional

Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi menyatakan dukungannya terhadap usulan pengangkatan Presiden ke-2 RI, Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional. Dukungan ini diberikan karena penilaian atas jasa-jasa besarnya bagi perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa Indonesia.

Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menegaskan bahwa Soeharto layak menerima gelar tertinggi tersebut. "Kami mendukung Bapak Soeharto sebagai pahlawan nasional karena beliau sangat berjasa kepada Republik Indonesia, sejak masa revolusi kemerdekaan hingga masa pembangunan," ujarnya dalam sebuah keterangan.

Jasa-Jasa Soeharto yang Diungkap Muhammadiyah

Dadang Kahmad merinci sejumlah kontribusi penting Soeharto. Dalam bidang perjuangan, Soeharto disebut turut berperan dalam perang gerilya dan memiliki peran kunci dalam peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949. Peristiwa ini dinilai sebagai momentum strategis untuk memperoleh pengakuan kedaulatan Indonesia di mata internasional.

Tidak hanya di masa revolusi, kepemimpinan Soeharto selama menjadi presiden juga dianggap penuh prestasi. Berbagai program pembangunan terencana dijalankan melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) yang berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Prestasi Pembangunan di Era Soeharto

Beberapa keberhasilan konkret yang disebutkan oleh Muhammadiyah antara lain:

  • Pencapaian swasembada beras pada dekade 1980-an.
  • Keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) dalam menekan laju pertumbuhan penduduk.
  • Terjaganya stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan selama masa pemerintahannya.

Dadang Kahmad juga menekankan pentingnya melihat jasa seorang tokoh secara utuh. "Ketika kita menghargai jasa kepahlawanan seseorang, jangan dilihat dari perbedaan politik atau kepentingan apapun, kecuali kepentingan bangsa dan negara, terlepas dari kekurangan dan kesalahan seseorang," pungkasnya.

Proses Seleksi Calon Pahlawan Nasional

Usulan gelar untuk Soeharto ini merupakan bagian dari proses yang dijalankan oleh Kementerian Sosial. Pada tahun ini, Kemensos mengajukan 40 nama tokoh nasional kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan untuk dipertimbangkan gelar pahlawan nasionalnya.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, memastikan bahwa proses penetapan calon dilakukan melalui seleksi berlapis yang melibatkan berbagai unsur masyarakat hingga tim ahli di tingkat pusat.

Selain Soeharto, sejumlah tokoh lain juga diusulkan, seperti Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), aktivis buruh Marsinah, Jenderal (Purn) M. Jusuf, Ali Sadikin, KH Bisri Syansuri, Syaikhona Kholil Bangkalan, dan Prof. Mochtar Kusumaatmadja.

Komentar