Mengapa Milenial & Gen Z Mahir Bahasa Asing? Tren, Manfaat, Dampak

- Kamis, 06 November 2025 | 07:06 WIB
Mengapa Milenial & Gen Z Mahir Bahasa Asing? Tren, Manfaat, Dampak
Bahasa Asing di Kalangan Milenial & Gen Z: Tren, Manfaat, dan Tantangan

Mengapa Milenial dan Gen Z Semakin Fasih Berbahasa Asing?

Bahasa adalah fondasi komunikasi untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan identitas. Di era globalisasi, penguasaan bahasa asing telah menjadi keterampilan penting, terutama bagi generasi muda.

Pengaruh Globalisasi dan Peluang Karier

Globalisasi dan kemajuan teknologi mendorong generasi muda untuk berpikir internasional. Kemampuan berbahasa asing kini menjadi modal berharga untuk meraih peluang kerja di perusahaan multinasional atau bidang digital seperti freelancing, content creation, dan remote working.

Dampak Budaya Populer Global

Film Hollywood, musik Barat, dan serial TV AS tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media belajar bahasa asing yang efektif. Generasi Z dan Milenial menjadi lebih familiar dengan kosakata dan pelafalan asing melalui konten-konten ini, bahkan beberapa di antaranya lebih mahir berbahasa asing daripada bahasa ibu.

Prestise Sosial dan Citra Diri di Media Sosial

Penguasaan bahasa asing sering dikaitkan dengan kecerdasan, modernitas, dan status sosial. Bagi anak muda, fasih berbahasa asing bisa meningkatkan citra diri dan dianggap "gaul". Fenomena ini menciptakan "prestise linguistik" di dunia maya.

Bahasa Gaul Generasi Z yang Populer

Generasi Z menciptakan bahasa gaul baru yang banyak digunakan di media sosial, seperti:

  • OML (On My Life)
  • IYKYK (If You Know You Know)
  • FR (For Real!)
  • GYAT (ekspresi kekaguman)
  • No cap (berkata jujur)

Tantangan bagi Bahasa dan Budaya Lokal

Meski membuka peluang global, dominasi bahasa asing berpotensi melemahkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia. Penting untuk menemukan keseimbangan antara keterbukaan global dan pelestarian identitas nasional.

Menjaga Bahasa Indonesia di Era Digital

Pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat perlu mendorong penggunaan bahasa Indonesia secara kreatif melalui konten digital, film, musik, dan literasi modern. Dengan cara ini, bahasa Indonesia tetap relevan dan berkembang tanpa menutup diri dari dunia luar.

Kesimpulan

Mempelajari bahasa asing adalah keuntungan di dunia yang terhubung, tetapi jangan lupakan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa. Bahasa asing adalah jembatan menuju globalisasi, sementara bahasa Indonesia adalah akar yang menjaga budaya kita tetap hidup.

Komentar