Ekspedisi 1000 Pendaki Gunung untuk Palestina: Solidaritas Kemanusiaan di Atas Puncak
Gerakan solidaritas "Ekspedisi 1000 Pendaki Gunung untuk Palestina" akan menyatukan ribuan pendaki di seluruh Indonesia dan Malaysia pada 6-10 November 2025. Inisiatif yang digagas oleh Salam Palestina ini bertujuan mengubah kegiatan mendaki gunung menjadi aksi kemanusiaan yang bermakna.
Pendakian dengan Makna Mendalam
Lebih dari 800 pendaki dari berbagai latar belakang akan menapaki 32 gunung di Indonesia dan 1 bukit di Malaysia. Dari Gunung Kaba di Bengkulu hingga bukit Keriyang di Malaysia, setiap langkah mereka membawa pesan perdamaian dan harapan untuk rakyat Palestina.
Perkembangan Pesat Gerakan Solidaritas
Partisipasi mengalami peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya. Pada 2024, kegiatan serupa hanya diikuti 710 peserta di 16 gunung. Tahun 2025, jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 800 peserta dengan cakupan 32 gunung, mendekati target 1000 pendaki.
Gunung Kaba di Bengkulu menjadi lokasi dengan partisipasi tertinggi, diperkirakan sekitar 150 pendaki akan berkumpul mengibarkan bendera Indonesia dan Palestina di puncaknya.
Tiga Aksi Simbolis di Puncak Gunung
Setiap tim pendaki akan melaksanakan tiga kegiatan utama sebagai bentuk solidaritas:
- Menyanyikan lagu kebangsaan dan "Palestina Tercinta"
- Membacakan Surat Setia untuk Palestina
- Mengibarkan bendera Indonesia/Malaysia dan Palestina
Dukungan Lintas Organisasi dan Negara
Kegiatan ini didukung oleh berbagai lembaga kemanusiaan termasuk MyFund Action (Malaysia), Hands Foundation, dan Aqso Working Group dari Indonesia. Koordinasi di setiap daerah ditangani oleh relawan sekolah alam dan komunitas pecinta alam setempat.
Kelanjutan Program Pasca Pendakian
Setelah ekspedisi selesai, akan dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan:
- Roadshow literasi Palestina ke sekolah-sekolah
- Pameran foto ekspedisi
- Penerbitan buku antologi pengalaman peserta
Gerakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Salam Aid dalam penggalangan dana kemanusiaan bagi warga Palestina yang telah berjalan sejak 2019. Setiap langkah pendaki diharapkan menjadi doa dan seruan perdamaian dari puncak-puncak Indonesia untuk dunia.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Modus Rekayasa Sistem Bea Cukai untuk Loloskan Barang Ilegal
KPK Tetapkan Enam Tersangka OTT Bea Cukai, Satu Buron dan Bukti Rp40,5 Miliar Disita
Anggota DPR Dorong Kajian Ulang Label Halal Whip Pink Atas Kekhawatiran Penyalahgunaan
Gempa Megathrust Magnitudo 6,2 Guncang Pacitan, Satu Rumah Ambruk