DBL 2025 Dongkrak Ekonomi: UMKM Surabaya Raup Untung Miliaran Rupiah

- Rabu, 05 November 2025 | 15:36 WIB
DBL 2025 Dongkrak Ekonomi: UMKM Surabaya Raup Untung Miliaran Rupiah

DBL 2025 East Java Series Akhiri Musim, UMKM Surabaya Raih Untung Miliaran Rupiah

Kompetisi basket pelajar terbesar Indonesia, DBL 2025 East Java Series, resmi berakhir pada Minggu (2/11/2025). Di balik kesuksesan SMA St Louis 1 Surabaya meraih gelar juara, tersimpan kisah inspiratif kolaborasi Pemkot Surabaya dengan DBL Indonesia dalam memberdayakan pelaku UMKM Surabaya.

Komitmen Pemkot Surabaya Dukung UMKM di Event Olahraga

Program sinergi yang digagas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ini telah berjalan selama tiga musim terakhir. Eri Cahyadi secara konsisten mendorong kehadiran UMKM binaan Pemkot Surabaya di berbagai event DBL Indonesia, mencakup basket, sepeda, dan atletik.

Perkembangan Slot UMKM di DBL Indonesia

Sejak kolaborasi dimulai, kuota stan UMKM di DBL terus meningkat:

  • Tahun 2023: 3 stan UMKM
  • Tahun 2024: 4 stan UMKM
  • Tahun 2025: 6 stan UMKM

Seleksi UMKM peserta sepenuhnya dikelola Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan Kota Surabaya.

Kisah Sukses Bakso Bakar Menyala di DBL Arena

Bakso Bakar Menyala menjadi salah satu UMKM yang merasakan langsung manfaat program ini. Pemilik UMKM, Hilma Rahmannisa Muwaffaqah, mengungkapkan pengalamannya berjualan di DBL Arena dari 17 Oktober hingga 2 November 2025.

"Selain peningkatan omzet, kami belajar banyak tentang branding, pelayanan, dan interaksi dengan konsumen muda," tutur Hilma.

Dampak Ekonomi Nyata bagi UMKM Surabaya

Hilma membagikan pencapaian fantastis:

  • Omzet harian rata-rata: Rp 7 juta
  • Omzet puncak final 2 November: Rp 7,95 juta

Dampak ekonomi ini juga dirasakan tenant sekitar Graha Pena dan pedagang kecil di luar DBL Arena. Ribuan penonton yang memadati venue setiap hari membuktikan DBL sebagai penggerak ekonomi lokal yang signifikan.

DBL Indonesia: Lebih dari Sekadar Ajang Olahraga

DBL Indonesia diselenggarakan setiap tahun di 31 kota dan 22 provinsi, termasuk DBL East Java Series yang digelar di Surabaya, Malang, Jember, dan Madiun. Keberhasilan kolaborasi dengan UMKM di Jawa Timur menjadi model pengembangan ekonomi kreatif yang bisa direplikasi di kota lainnya.

Komentar