Wali kelas Reski, Sukiati, mengungkapkan kekhawatiran awal pihak sekolah. "Awalnya, kami khawatir, kami takut ada yang bully. Tapi, ternyata tidak. Anak-anak di SD saya menerima dengan senang," ujarnya.
Para guru telah mempersiapkan siswa lainnya untuk menerima kondisi fisik Reski. Hasilnya luar biasa - teman-teman sekelas justru merangkulnya dengan hangat tanpa membeda-bedakan.
Kebersamaan yang Menghangatkan Hati
Setiap hari, ada saja teman yang berbagi jajan dengan Reski. Bahkan ketika orang tuanya tidak ada, guru dan siswa lain dengan sigap membantu mengangkatnya dari kursi karena keterbatasan fisik yang dialaminya.
Video ini menjadi bukti nyata bahwa kebaikan dan empati masih hidup di kalangan generasi muda Indonesia, mengajarkan kita semua tentang arti persahabatan sejati dan semangat pantang menyerah.
Artikel Terkait
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton
Timnas Indonesia Hancurkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, Lolos ke Final FIFA Series 2026
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Investasi dengan Pejabat AS