Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan filosofi hidup mendalam melalui simbol matahari dan bulan. Penjelasan ini terkait dengan karya lukisannya yang menghiasi sampul buku terbaru 'The Mentor: 9 Purnama di Sisi SBY' karya Merry Riana.
Dalam acara peluncuran buku yang digelar di Midplaza Ayana, Jakarta Selatan, SBY memaparkan bahwa lukisannya merepresentasikan keseimbangan mutlak antara kekuasaan dan kedamaian. Konsep ini menjadi pesan universal yang relevan bagi semua kalangan.
"Lukisan ini bercerita tentang bulan, khususnya bulan purnama. Dalam perjalanan hidup, ada simbol kekuatan dan sumber kehidupan, yaitu matahari. Sesuatu yang sangat vital bagi seluruh makhluk di bumi," ujar SBY.
Mantan Presiden RI tersebut melanjutkan, bahwa setelah seseorang berkecimpung dalam dunia kekuasaan dan dinamikanya, akan tiba masa di mana ketenangan dan kedamaian jiwa menjadi sebuah kebutuhan yang paling hakiki.
"Namun, ada satu fase setelah kita bergulat dengan power, kekuasaan, dan kekuatan. Kita justru membutuhkan kedamaian, keteduhan, dan peace. Inilah yang kita ibaratkan sebagai rembulan atau moon," jelas SBY lebih lanjut.
SBY menekankan bahwa hakikat kehidupan manusia selalu berada di antara dua kutub yang saling melengkapi yaitu sisi kekuatan dan sisi keteduhan. Keduanya tidak dapat dipisahkan.
"Itulah kodrat kehidupan. Di satu sisi, kita memerlukan kekuatan dan ketegasan. Namun di sisi lain, kita juga sangat membutuhkan keteduhan dan kedamaian batin. Ini adalah pasangan yang kodrati dalam hidup," tambahnya.
Di akhir pemaparannya, SBY menyampaikan harapan besar agar buku The Mentor dapat menjadi sumber ketenangan dan inspirasi, khususnya bagi para pemuda Indonesia yang merupakan calon pemimpin bangsa di masa depan.
"Semoga buku The Mentor ini mampu membawa keteduhan ke dalam hati setiap pembacanya. Sebagai seorang yang telah sepuh, saya ingin berbagi dengan tulus, dengan segala kekurangan yang ada. Mudah-mudahan, pergulatan pemikiran, tanggung jawab, dilema, dan setiap langkah yang diambil dapat menginspirasi generasi muda kita. Karena pada akhirnya, merekalah yang akan memimpin bangsa Indonesia tercinta ini ke depan," pungkas SBY.
Artikel Terkait
Mahfud MD Soroti Kecerdikan Strategi Jimly dalam Kasus Etik Anwar Usman
Gubernur Pramono Bergurau dengan JK Saat Pimpin Kerja Bakti Massal Pascabanjir
Bahlil Ingatkan Kader Golkar: Posisi Strategis Bisa Diganti Kapan Saja Jika Tak Perform
Jimly Asshiddiqie Sebut Putusan 90 Jadi Titik Nadir Kredibilitas MK