Kekejaman dan Kebengisan PIK 2: Perlawanan Keras untuk Keadilan Rakyat
Konflik di kawasan PIK 2 telah berlangsung lama dan melelahkan masyarakat. Berbagai upaya perlawanan yang dilakukan rakyat sejauh ini terasa semakin melemah, hanya berupa pernyataan sikap dan demonstrasi kecil yang tidak digubris oleh pihak berwenang.
Situasi ini memaksa perlawanan rakyat harus berubah menjadi lebih agresif dan memaksa. Masyarakat harus merebut inisiatif dan melakukan perlawanan keras tanpa kompromi untuk mengembalikan hak-hak mereka yang terampas.
Perlawanan Rakyat Harus Berubah Strategi
Sudah waktunya menggeser medan perlawanan dengan menghentikan pernyataan sikap dan negosiasi. Rakyat harus memberikan satu pilihan tegas: mengikuti aspirasi masyarakat atau menghadapi perlawanan keras dari pemilik kedaulatan negara yang sesungguhnya.
Metode perlawanan perlu diubah secara fundamental. Tidak lagi efektif hanya mengandalkan diskusi dan pengelolaan masalah yang justru membuat perlawanan kelelahan dan kehilangan kendali atas situasi.
Menyadarkan Masyarakat yang Terbeli
Perlu upaya menyadarkan masyarakat yang telah melemah karena berbagai faktor, termasuk dugaan telah terpengaruh oleh kekuatan finansial tertentu. Rakyat harus disadarkan bahwa tidak ada lagi kekuatan yang bisa menolong selain diri mereka sendiri yang harus bergerak melawan dengan keras.
PIK 2 yang selama ini membuat kalang kabut rakyat, kini saatnya merasakan konsekuensi dari cara-cara menerabas yang selama ini dilakukan. Perlawanan keras mutlak diperlukan untuk mencapai keadilan dan mengembalikan hak-hak rakyat yang terampas.
Artikel Terkait
Main Hakim Sendiri Berujung Buntung: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka
Persoalan Kertas yang Merenggut Nyawa: Bocah 10 Tahun Bunuh Diri Usai Keluarga Tak Kebagian Bansos
Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar
KPK Bergerak Lagi, OTT Sasar Pejabat Bea Cukai