TNI AL Bentuk Koarmada IV Kaltim & Koarmada V Ambon: Strategi Penguatan Pertahanan Laut

- Senin, 03 November 2025 | 11:00 WIB
TNI AL Bentuk Koarmada IV Kaltim & Koarmada V Ambon: Strategi Penguatan Pertahanan Laut
TNI AL Rencanakan Pembangunan Koarmada Baru di Kaltim & Ambon - Perkuat Pertahanan Laut

TNI AL Bentuk Dua Komando Armada Baru di Kaltim dan Ambon

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) telah mengumumkan rencana strategis untuk membangun dua Komando Armada (Koarmada) baru. Penambahan kekuatan ini bertujuan secara signifikan memperkuat pertahanan dan keamanan di wilayah perairan Indonesia.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana Pertama Tunggul, mengonfirmasi bahwa rencana pembentukan Koarmada IV dan Koarmada V ini sejalan dengan konsep pertahanan optimum essential force (OEF) yang dibahas dalam rapat Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam).

Lokasi dan Strategi Koarmada Baru

Rencananya, Koarmada IV akan ditempatkan di Kalimantan Timur, sementara Koarmada V akan bermarkas di Ambon. Penempatan ini didasarkan pada konsep pertahanan yang berfokus pada pulau-pulau besar dan gugusan pulau strategis di Indonesia.

Masing-masing Koarmada baru ini nantinya akan diisi oleh pasukan dan sejumlah Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang bertugas melakukan patroli di wilayah teritorial laut yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan adanya penambahan ini, TNI AL akan memiliki total lima Komando Armada.

Dukungan Logistik dan Rencana Pengembangan

Sebagai bagian dari pengembangan kekuatan, TNI AL juga berencana untuk memperkuat satuan-satuan pendukung dan logistik yang disesuaikan dengan wilayah penempatan Koarmada, sesuai dengan Konsep SSAT (Sistem Senjata Armada Terpadu).

Meskipun rencana ini sudah dikonfirmasi, pihak TNI AL belum memerinci timeline pasti kapan pembangunan kedua Koarmada baru tersebut akan dimulai.

Konteks Penguatan Kekuatan TNI Secara Nasional

Rencana pembentukan Koarmada baru ini merupakan bagian dari program besar penguatan TNI yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Konsep OEF menjadi kerangka utama untuk membangun kekuatan pertahanan yang optimal.

Selain TNI AL, penguatan juga dilakukan oleh matra lainnya:

  • TNI AD akan memfokuskan penguatan di wilayah perbatasan dan menargetkan pembentukan 750 batalyon.
  • TNI AU menargetkan pembentukan 33 Satuan Radar (Satrad) dan pengembangan Satuan Antariksa.

Dengan langkah strategis ini, TNI AL berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan pengawalan dan pertahanan di laut Nusantara, menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang lebih kuat dan berdaulat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar