Bukti Medis dan Dampak Psikologis
Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan keluarga menunjukkan adanya tanda benturan fisik di area wajah FT. Korban kini dikabarkan mengalami trauma psikologis dan takut untuk pergi ke sekolah. "Dia bilang diancam supaya diam," ungkap Erna dengan nada sedih. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya upaya pembungkaman terhadap korban.
Tuntutan Keluarga dan Penyangkalan Sekolah
Keluarga menuntut penjelasan transparan dari pihak sekolah dan meminta pertanggungjawaban jika memang terjadi kekerasan. "Saya hanya ingin keadilan untuk anak saya, dan sekolah jadi tempat yang aman," tegas Erna. Di sisi lain, pihak SDN 150 Gandus Palembang menyangkal adanya insiden kekerasan selama jam pelajaran. Saat berhadapan dengan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, sekolah mengaku tidak ada kejadian mencurigakan dan proses belajar mengajar berjalan normal.
Kasus dugaan kekerasan anak di SDN 150 Gandus Palembang ini menyisakan tanda tanya besar dan menunggu penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran yang sebenarnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Perpanjang Batas Lapor SPT Tahunan hingga 30 April 2026
Amran Serukan Kolaborasi Saudagar Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global
Puncak Arus Balik Lebaran, Penumpang Bandara Tembus 583 Ribu Orang
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Berpotensi Banjir dan Longsor di Sulsel Tiga Hari ke Depan