Beathor Suryadi: Sejarah Solo dan Seruan Meluruskan Fakta Ijazah Jokowi-Gibran
Politikus PDIP Beathor Suryadi menyebut Kota Solo sebagai kota militan dengan peran penting dalam sejarah Indonesia. Menurutnya, Solo telah menjadi lokasi kelahiran partai politik pertama, partai Islam, media nasional pertama, hingga gerakan komunis pertama di Indonesia.
Sejarah Militansi Kota Solo dalam Catatan Republik
Beathor menegaskan bahwa Kota Solo bukan sekadar kota kecil, melainkan lokasi strategis yang mencatat berbagai peristiwa bersejarah bagi Republik Indonesia. Dalam pernyataannya, Rabu (29/10/2025), ia mengungkapkan bahwa Solo memiliki rekam jejak militansi yang tinggi dan kontribusi signifikan dalam perjalanan bangsa.
Pernyataan Kontroversial Soal Ijazah Jokowi dan Gibran
Lebih lanjut, Beathor menyoroti fakta bahwa Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang berasal dari Solo disebut tidak memiliki ijazah resmi. Pernyataan ini menjadi sorotan dalam konteks sejarah kepemimpinan nasional yang berasal dari Solo.
Ajakan kepada Generasi Muda Solo untuk Meluruskan Sejarah
Beathor mengajak pelajar dan mahasiswa di Solo untuk melakukan pergolakan dalam rangka meluruskan sejarah yang dianggapnya menyimpang. Ia menekankan bahwa generasi muda Solo memiliki tanggung jawab moral dan semangat militan untuk memperjuangkan kebenaran sejarah.
Peringatan Dampak Ketidakbenaran bagi Negara
Politikus PDIP ini memperingatkan bahwa jika masyarakat tidak berani melawan ketidakbenaran, termasuk persoalan ijazah yang diangkatnya, maka negara berpotensi mengalami kekacauan. Ia menegaskan pentingnya memperjuangkan kebenaran sebagai bagian dari menjaga stabilitas bangsa.
Artikel Terkait
Menerima Diri di Awal Tahun: Antara New Me dan Kelelahan yang Tak Terucap
Beijing Hukum Mati Bos Mafia Myanmar, Sinyal Keras untuk Pelaku Penipuan Lintas Batas
AS Cabut Staf Non-Darurat dari Niger Usai Serangan ISIS di Bandara Niamey
Siklus Keracunan MBG: Klarifikasi, Maaf, dan Janji yang Tak Pernah Tuntas