Kekhawatiran utama masyarakat adalah potensi pencemaran lingkungan dari penggunaan merkuri dan sianida, bahan kimia berbahaya yang biasa digunakan dalam pengolahan emas.
Ancaman terhadap Hutan Lindung dan Satwa Langka Sumatera
Wilayah konsesi tambang juga mencakup hutan lindung Bukit Sanggul dan HPT Air Talo, habitat penting bagi satwa langka seperti Harimau Sumatera dan Beruang Madu. Aktivitas tambang dikhawatirkan akan mempercepat kerusakan ekosistem dan kehilangan keanekaragaman hayati di barat Sumatera.
Desakan Pembatalan Izin Tambang Emas Seluma
Himasel menilai proyek tambang emas Seluma berisiko tinggi terhadap lingkungan dan berpotensi melanggar regulasi lingkungan dan kehutanan. Mereka mendesak pemerintah daerah dan kementerian terkait untuk membatalkan izin eksplorasi dan mengembalikan fungsi ekologis kawasan tersebut.
Masyarakat dan mahasiswa berkomitmen terus mengawal isu ini, menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar penolakan tambang, tetapi upaya mempertahankan kehidupan dan warisan untuk generasi mendatang di Kabupaten Seluma, Bengkulu.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Tokoh Oposisi
Di Balik Rerimbunan Srengseng, Babeh Icam Bertahan Setia Meski Demam Akik Sudah Redup
Kredibilitas Pasar Modal Indonesia Terancam, MSCI Siap Turunkan Status
Kisah Tukang Es Gabus: Simpati yang Menguap Saat Korban Berbalik Ngelunjak