Ketua Tim Koordinator penyunting buku, Khelmy K. Pribadi, menyatakan bahwa buku ini merupakan dedikasi atas kiprah Abdul Mu’ti dalam bidang pendidikan. "Buku ini menyajikan himpunan pemikiran Prof Abdul Mu’ti yang termanifestasi dalam bentuk kebijakan pendidikan," ujar Khelmy.
Ditulis oleh Para Ahli dan Praktisi Pendidikan Terkemuka
Buku ini melibatkan banyak akademisi dan praktisi pendidikan ternama, termasuk Mike Hardy, Haryatmoko, Haidar Bagir, Alissa Wahid, Doni Koesoema A, Rhenald Kasali, dan lainnya. Mike Hardy dalam prolognya menekankan pentingnya kurikulum inklusif yang menjadi perhatian Mu’ti.
Transformasi Pendidikan melalui Terobosan Baru
Para penulis mengungkap berbagai terobosan baru pendidikan di era kepemimpinan Mu’ti. Haidar Bagir menulis bahwa program transformasi Kemendikdasmen tidak bisa dilepaskan dari pemikiran Abdul Mu’ti. Doni Koesoema A menegaskan bahwa transformasi pendidikan melalui kebijakan baru ini akan mendongkrak kualitas belajar anak Indonesia.
Pendekatan baru dalam pendidikan karakter melalui pembiasaan dan pembudayaan STEM juga menjadi fokus penting. Transformasi pendidikan bertumpu pada nilai, tidak hanya pada pendekatan pembelajaran, tetapi juga pada kultur sekolah.
Dukungan dari Tokoh Pendidikan Nasional
Pemimpin Umum Harian Kompas, Lilik Oetama, dalam pengantar buku menegaskan bahwa pendidikan adalah pondasi pembentukan manusia yang mulia. Acara peluncuran dihadiri oleh mantan menteri pendidikan, anggota DPR, dan lebih dari 200 tamu undangan dari berbagai latar belakang, menandakan pentingnya pemikiran yang disampaikan dalam buku ini bagi masa depan pendidikan Indonesia.
Artikel Terkait
Main Hakim Sendiri Berujung Buntung: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka
Persoalan Kertas yang Merenggut Nyawa: Bocah 10 Tahun Bunuh Diri Usai Keluarga Tak Kebagian Bansos
Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar
KPK Bergerak Lagi, OTT Sasar Pejabat Bea Cukai