Desakan Mundur Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Menguat, Ini Responsnya
Tekanan publik untuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mundur semakin intens. Berbagai kalangan menilai kebijakannya dinilai kontroversial, dengan satu lembaga survei bahkan mencatatkan penilaian publik minus 151 poin skor terendah di kabinet.
Di tengah gelombang kritik, Bahlil menyatakan tetap teguh pada posisinya. Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga kedaulatan negara dan menolak intervensi kebijakan.
"Saya tidak mau ada pihak-pihak yang mengintervensi kebijakan negara. Jangankan selangkah, sejengkal pun saya tidak akan mundur," tegas Bahlil di Istana Negara, Jakarta.
Menurut Menteri ESDM ini, semua kebijakan Kementerian ESDM mengikuti arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi kepentingan nasional dari tekanan asing dan kelompok tertentu.
Capaian Kinerja Kementerian ESDM
Bahlil memaparkan sejumlah prestasi selama masa jabatannya, termasuk:
- Pendapatan negara sektor energi melampaui target APBN
- Peningkatan lifting minyak dan gas bumi
- Kemajuan program hilirisasi dan elektrifikasi desa
Semua kebijakan tersebut, menurutnya, berdasar pada Pasal 33 UUD 1945 yang mengutamakan kemakmuran rakyat melalui pengelolaan SDA.
Meski mengakui banyak pihak terganggu dengan agenda reformasi energi yang diusungnya, Bahlil menyikapi kritik sebagai motivasi untuk memperkuat semangat kedaulatan energi Indonesia.
"Kritik itu biasa. Justru dari situ kita tahu siapa yang sungguh-sungguh ingin negeri ini berdiri di atas kaki sendiri," pungkasnya.
Artikel Terkait
Main Hakim Sendiri Berujung Buntung: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka
Persoalan Kertas yang Merenggut Nyawa: Bocah 10 Tahun Bunuh Diri Usai Keluarga Tak Kebagian Bansos
Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar
KPK Bergerak Lagi, OTT Sasar Pejabat Bea Cukai