Santriwati Tewas Tertimpa Longsor di Ponpes Bandung Barat: Kronologi Mencekam yang Bikin Ngeri

- Senin, 27 Oktober 2025 | 13:45 WIB
Santriwati Tewas Tertimpa Longsor di Ponpes Bandung Barat: Kronologi Mencekam yang Bikin Ngeri
Santriwati Tewas Tertimpa Longsor di Ponpes At Thohiriyah Bandung Barat - Kronologi & Dampak

Tragis, Santriwati Tewas Tertimpa Longsor di Ponpes At Thohiriyah Bandung Barat

BANDUNG BARAT - Sebuah bencana tanah longsor menghantam Pondok Pesantren (Ponpes) At Thohiriyah yang terletak di Kampung Pasir Buleud, Desa Cinengah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Insiden tragis ini terjadi pada Minggu petang, 26 Oktober 2025, dan merenggut nyawa seorang santriwati.

Kronologi dan Korban Longsor di Bandung Barat

Menurut laporan resmi dari Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin, longsor terjadi sekitar pukul 17.45 WIB. Tebing di belakang kompleks pesantren ambruk dan menghantam bagian belakang bangunan. Korban yang meninggal dunia diidentifikasi sebagai Nuri (15), seorang santriwati.

"Saat kejadian, korban sedang hendak mengambil air wudu di area kamar mandi. Material tanah langsung menerjang tembok hingga ambruk dan menimpanya," jelas Asep Sehabudin, seperti dikutip dari iNews Bandung Raya, Senin (27/10/2025).

Upaya Evakuasi dan Kondisi Korban

Korban sempat dievakuasi warga setempat dengan segera ke puskesmas terdekat. Sayangnya, nyawa Nuri tidak dapat diselamatkan. Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan seluruh warga pesantren.

Dampak Kerusakan dan Respons Cepat BPBD

Akibat terjangan material longsor, bangunan pesantren yang juga berfungsi sebagai ruang belajar mengalami kerusakan parah. Beruntung, para santri lainnya selamat karena berada di ruangan yang berbeda ketika bencana terjadi.

BPBD KBB telah melakukan asesmen cepat dan berkoordinasi dengan aparat desa setempat. Laporan kondisi terkini juga telah disampaikan kepada Pemerintah Daerah KBB. Bantuan darurat seperti terpal, kasur, logistik, dan sandang pangan telah disalurkan untuk menunjang kebutuhan para santri yang dievakuasi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar